Silaturahmi di Gunungkidul, Ini Pesan Penting Sultan HB X

4 hours ago 2

Silaturahmi di Gunungkidul, Ini Pesan Penting Sultan HB X Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat menghadiri acara Syawalan bertajuk silaturahmi di Taman Budaya Gunungkidul, di Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Rabu (8/4/2026). - Harian Jogja - David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Perubahan pesat pembangunan di Gunungkidul dalam satu dekade terakhir mulai terasa nyata, namun ketimpangan antarwilayah masih menjadi catatan penting. Akses jalan dan konektivitas yang kian terbuka belum sepenuhnya diikuti pemerataan di seluruh kawasan.

Hal ini disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X saat menghadiri acara Syawalan bertajuk silaturahmi di Taman Budaya Gunungkidul di Kalurahan Logadeng, Kapanewon Playen, Rabu (8/4/2026).

“Kondisi Gunungkidul saat ini sudah berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu,” kata Sultan.

Ia menilai pembangunan infrastruktur berkembang signifikan, terutama dalam hal aksesibilitas yang kini menghubungkan wilayah barat hingga timur serta utara ke selatan dengan lebih mudah.

Namun, di balik kemajuan tersebut, kawasan selatan yang dikenal sebagai destinasi wisata pantai masih menjadi pusat dominasi pembangunan. Kondisi ini dinilai perlu segera diseimbangkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.

“Sekarang bagaimana pembangunan bisa lebih merata sehingga tidak hanya di kawasan pantai,” ujarnya.

Menurut Sultan, pemerataan pembangunan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Dampaknya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah, tidak hanya di kawasan wisata.

Ia juga menyinggung pentingnya kolaborasi program antara pemerintah daerah dan pusat. Salah satunya melalui program Lumbung Mataraman yang dapat terhubung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat dalam penyediaan bahan pangan.

Momentum Syawalan yang bertepatan dengan peringatan Hari Raya Idulfitri turut dimanfaatkan sebagai ajang refleksi kebangsaan. Sultan mengajak masyarakat untuk memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga menekankan pentingnya prinsip tabayun dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah maraknya penyebaran ujaran kebencian.

“Adanya penyebaran ujaran kebencian yang terus direproduksi dapat menjadikan Indonesia sebagai bangsa pendek akal yang jauh dari tujuan konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menilai Bulan Syawal menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus mempererat sinergi antar elemen pemerintahan.

Menurutnya, silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi juga fondasi penting dalam membangun koordinasi yang solid demi kemajuan daerah di Bumi Handayani.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan papan, serta penguatan sektor pendidikan dan kebudayaan.

“Fokus pembangunan di Gunungkidul diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan dan optimalisasi sektor pariwisata berbasis masyarakat. Kami juga mengedepankan peningkatan infrastruktur melalui semangat gotong royong untuk mewujudkan Gunungkidul yang adil, makmur, dan lestari,” kata Endah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|