Jakarta, CNBC Indonesia - Sumber kehidupan yang menopang manusia sejak ribuan tahun lalu di Timur Tengah mulai lenyap. Sungai Eufrat dan Tigris diperkirakan kering pada 2040, seperti yang pernah diperingatkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Arkeolog menyebut Sungai Eufrat dan Tigris sebagai penopang munculnya peradaban pertama dunia. Wilayah di antara kedua sungai tersebut dikenal sebagai Mesopotamia, tempat lahir kota pertama dalam sejarah manusia seperti Uruk dan Babilonia. Kini, wilayahnya berada di dalam Irak,
Namun kini, Sungai Eufrat dan Tigris berubah drastis dan diperkirakan akan mengering pada 2040 mendatang. Fenomena ini ternyata pernah diperingatkan oleh Rasullah SAW jauh sebelumnya. Berikut bunyinya:
"Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkap gunung emas sehingga manusia menjadi saling berperang dan saling membunuh untuk mendapatkannya" (HR. Muslim No. 2894).
Sungai Eufrat mengalir beberapa negara, dari Turki, Suriah, dan Irak, baru bermuara di Teluk Persia. Ini menjadi sistem sungai terbesar yang berada di wilayah Asia Barat. Eufrat yang berdampingan dengan Sungai Tigris adalah bagian dari wilayah yang subur.
Namun sekarang sistem sungai tersebut mengering dengan sangat cepat. Bahkan laporan pemerintah Kementerian Sumber Daya Air pada 2021 memperingatkan sungai bisa mengering pada 2040.
Laporan tersebut menjelaskan sungai mengering diakibatkan penurunan permukaan air dan kekeringan akibat perubahan iklim, dikutip dari IFL Science, Kamis (12/3/2026).
Aliran di sistem Eufrat-Tigris telah berkurang hampir setengahnya dalam beberapa dekade saja. Dari citra satelit dilaporkan 144 kilometer kubik air tawar menghilang dalam 10 tahun, mulai 2003 hingga 2013.
Parahnya lagi, manusia di sekitarnya bergantung pada sistem sungai ini. Dilaporkan 60 juta orang bergantung pada air di sistem sungai Eufrat-Tigris untuk kehidupannya, khususnya di Turki dan Irak.
(dem/dem)
Addsource on Google

















































