REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Swiss resmi memilih film dokumenter "Who Is Still Alive" karya sutradara Nicolas Wadimoff sebagai wakil negaranya untuk bersaing dalam kategori International Feature Film pada Academy Awards atau Oscar 2027. Pemilihan tersebut dilakukan oleh Swiss Federal Office of Culture (FOC).
Film ini mengangkat kehidupan sembilan warga Palestina yang berhasil melarikan diri dari Gaza. Mereka menceritakan pengalaman sebagai penyintas dan pengungsi yang harus menghadapi kehilangan rumah di tengah genosida Israel di Gaza.
Alih-alih sekadar menghadirkan gambaran Gaza melalui pemberitaan, film ini menempatkan pengalaman personal para penyintas sebagai pusat cerita. Melalui kesaksian mereka, penonton diajak melihat kehidupan di Jalur Gaza sebelum perang, pengalaman melarikan diri, serta bagaimana mereka menghadapi kehilangan, keterasingan, dan perpindahan.
Bagi sutradara Nicolas Wadimoff, "Who is Still Alive" merupakan film ketiganya yang mengangkat isu Palestina. Sebelumnya ia mengarahkan film "Aisheen (Still Alive in Gaza)" yang membahas dampak serangan udara Israel tahun 2008 di Jalur Gaza, serta "The Apollo of Gaza" pada tahun 2018.
Wadimoff mengatakan terpilihnya film "Who is Still Alive" sebagai wakil Swiss di Oscar adalah sebuah kehormatan besar. Tidak hanya itu, ia berharap momen ini bisa semakin menyuarakan aspirasi para tokoh nyata di film.
"Ini menjadi kehormatan besar yang membuat kami sangat gembira. Pada saat yang sama, ini adalah tanggung jawab besar untuk menampilkan sosok dan menyuarakan aspirasi para tokoh utama film ini. Mereka semua adalah penyintas neraka Gaza yang menghadapi pengalaman tak terbayangkan, namun tetap bertahan hidup dan tegar berdiri," kata Wadimoff dilansir laman Variety, Jumat (14/8/2026).
la juga mengatakan kesempatan tersebut menjadi momentum untuk memperjuangkan nilai-nilai yang telah menjadi bagian dari Swiss, yaiyu humanisme, kemanusiaan, dialog, dan penghormatan terhadap orang lain. "Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk membuktikan bahwa kami layak atas pemilihan ini," kata Wadimoff.
Proses produksi dokumenter "Who is Still Alive" juga sangat menantang. Menurut badan promosi film Swiss, Swiss Films, proses pengambilan gambar bersama para tokoh utama harus dilakukan di Afrika Selatan. Negara tersebut merupakan salah satu dari sedikit negara yang dapat dimasuki warga Palestina dari Jalur Gaza tanpa visa.
Film ini telah tayang perdana secara global di Venesia dalam program pendamping Giornate degli Autori atau dikenal sebagai Venice Days tahun 2025. Pada awal tahun 2026, "Who is Still Alive" meraih penghargaan Prix de Soleure di Festival Film Solothurn dan masuk dalam nominasi dokumenter terbaik di ajang Swiss Film Awards.
Film dokumenter ini terus diputar di berbagai festival internasional, termasuk yang terbaru di segmen Panorama Suisse dalam Festival Film Locarno tahun 2026. Di Amerika Serikat, "Who is Still Alive" akan dirilis di bioskop oleh Watermelon Pictures, distributor yang sebelumnya menangani film karya Kaouther Ben Hania "The Voice of Hind Rajab" yang juga masuk nominasi Oscar.
Di Swiss, film tersebut didistribusikan oleh First Hand Films. Sementara di Prancis, film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada Oktober melalui distributor Una Mattina. Hak distribusi film juga telah dijual untuk wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, dan Amerika Latin.
Dokumenter "Who is Still Alive" diproduksi oleh Nicolas Wadimoff, Philippe Coeytaux, dan Ketsia Stocker dari rumah produksi Akka Films yang berbasis di Jenewa. Nicolas Wadimoff juga merupakan pendiri sekaligus produser di perusahaan tersebut. Para co-produser meliputi Easy Rider Films (Paris), Philistine Films (Palestina/Yordania), Cocoon Films (London), dan RTS Radio Television Suisse.
Diketahui, upacara Academy Awards ke-99 akan diselenggarakan pada tanggal 14 Maret 2027. Batas waktu pengajuan untuk kategori International Feature Film adalah 30 September 2026.

11 hours ago
8













































