
Komisi C DPRD DIY saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Rabu (20/5/2026) kemarin. Ist/ Dok. DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Kerusakan talud di bantaran Sungai Gajah Wong kawasan Sampangan, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, memicu kekhawatiran serius karena titik longsoran kini mendekati jembatan di sekitarnya. DPRD DIY mendesak langkah darurat segera dilakukan sebelum musim hujan memperparah abrasi dan memperluas kerusakan.
Komisi C DPRD DIY telah meninjau langsung lokasi talud ambrol pada Rabu (20/5/2026). Dari hasil pengecekan lapangan, kerusakan diketahui sudah berlangsung sejak 2024 dan terus melebar setiap kali debit sungai meningkat saat musim hujan.
Kondisi diperparah karena posisi talud berada di tikungan Sungai Gajah Wong dengan arus yang cukup deras. Meski warga sempat melakukan perbaikan secara swadaya, tekanan aliran air membuat struktur talud kembali rusak dan longsoran terus bertambah luas.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Aslam Ridlo, mengatakan kerusakan talud saat ini diperkirakan mencapai panjang sekitar 40 meter dengan tinggi dan lebar masing-masing sekitar 5 meter.
“Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan akan terus meluas hingga mengancam jembatan yang berada tidak jauh dari lokasi,” kata Aslam Ridlo, Kamis (21/5/2026).
Menurut Aslam, penanganan sementara akan dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pihak. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak akan menyiapkan kawat bronjong, pemerintah kalurahan menyediakan tenaga kerja, sedangkan Pemkab Bantul diminta membantu material batu untuk penguatan bantaran sungai.
“Saat ini sudah disepakati pembagian peran agar penanganan sementara bisa segera dilakukan,” jelasnya.
Anggota Komisi C DPRD DIY lainnya, Lilik Syaiful Ahmad, menilai kondisi talud di lapangan sudah masuk kategori kritis. Pasalnya, jarak antara titik longsor dengan jembatan hanya berkisar 40 meter sehingga potensi kerusakan lanjutan dinilai sangat tinggi apabila tidak segera diperkuat.
“Kalau tidak segera ditangani, sangat berpotensi merembet ke jembatan. Penanganannya harus segera dilakukan sebelum musim hujan datang,” tegasnya.
Selain penanganan darurat, Komisi C DPRD DIY juga meminta Pemerintah Kabupaten Bantul segera mengalokasikan dana kebencanaan agar proses perbaikan dapat berlangsung lebih cepat dan tidak berhenti pada penanganan sementara saja.
Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menegaskan keterlambatan penanganan justru berisiko menambah luas kerusakan dan meningkatkan biaya perbaikan di kemudian hari, terutama apabila longsoran sudah berdampak pada konstruksi jembatan di sekitar Sungai Gajah Wong.
“Kalau nanti musim penghujan tiba sementara talud belum diperbaiki, maka kerusakan akan semakin meluas dan penanganannya akan jauh lebih berat karena sudah mengancam jembatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































