Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerapkan pembukaan data kepemiliman saham mulai dari 1%. Investor saham legendaris, Lo Kheng Hong tercatat memiliki kepemilikan di sejumlah saham-saham dengan porsi yang tidak signifikan.
Berdasarkan data per 27 Februari 2026, pria yang mendapat julikan Warren Buffett Indonesia ini menggenggam kepemilikan saham PT ABM Investama Tbk (ABMM) sebesar 5,62%. Kemudian, kepemilikan yang cukup besar juga terlihat pada saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sebesar 6,44%.
Kepemilikan besar lainnya, di sektor properti PT Intiland Development Tbk (DILD) dengan kepemilikan saham 6,71%, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) sebesar 5,03%, dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) sebesar 6,02%.
Sementara, untuk kepemilikan saham sekitar 1% antara lain, PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) dengan porsi 1,29% saham. Di sektor kawasan industri, Ia juga tercatat memiliki 1,16% saham PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST).
Sementara di sektor pembiayaan, Ia menguasai 1,58% saham PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), untuk sektor perkebunan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) memiliki 1,21% saham.
Selain itu, ia juga mengoleksi 1,24% saham PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), 1,23% saham PT Paninvest Tbk (PNIN), serta 2,16% saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).
Adapun pada PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), yang saat ini berstatus emiten pailit, Lo Kheng Hong masih tercatat memiliki 1,02% saham.
(mkh/mkh)
Addsource on Google


















































