Tim DMC Dompet Dhuafa Beri Layanan Bagi Ratusan Penyintas Gempa NTT

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, RONTING – Tim respons Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa telah tiba di titik pertama, Maumere, pada Sabtu (15/8/2026) sore. Koordinasi terkait tanggap darurat bencana gempa di wilayah NTT terus diperkuat dari lintas kementerian dan lembaga.

Tim respons DMC Dompet Dhuafa turut bergabung bersama tim SAR gabungan untuk mendampingi proses evakuasi dan pemindahan pengungsi dari posko sementara yang berada di kantor bupati menuju Lapangan Gelora.

Pemindahan dilakukan sebagai bagian dari penataan lokasi pengungsian agar masyarakat terdampak dapat menempati posko yang lebih aman. Lapangan Gelora selanjutnya menjadi salah satu titik pengungsian bagi masyarakat yang terdampak gempa.

Tim Dompet Dhuafa juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan penyintas dapat teridentifikasi dan tertangani.

“Untuk posko-posko pengungsi itu, ada di Lapangan Gelora ini. Ini kita lagi persiapan untuk buka Pos Hangat , sembari mengkoordinasi rute selanjutnya,” ujar tim respons di lapangan.

Salah satu langkah cepat yang dilakukan adalah mendirikan layanan Pos Hangat di Lapangan Gelora Samador. Pos Hangat diharapkan menjadi salah satu layanan pendukung bagi para penyintas, adapun sebanyak 670 (KK) menjadi penerima manfaat layanan Pos Hangat.

Tim LKC Dompet Dhuafa juga mendirikan Pos Medis sementara di lokasi terdampak, khususnya di wilayah Ronting, Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur untuk memberikan layanan kesehatan bagi para penyintas bencana.

Pelayanan kesehatan mulai dilaksanakan Tim LKC Dompet Dhuafa. Adapun layanan kesehatan yang diberikan berupa pemeriksaan kesehatan dan pelayanan medis dasar sekaligus melakukan asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan kesehatan masyarakat yang terdampak.

Di lokasi kejadian, masyarakat, termasuk anak-anak dan ibu-ibu, berkumpul untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Tim LKC Dompet Dhuafa telah memberikan layanan kesehatan kepada sejumlah penyintas yang mengalami luka-luka akibat gempa NTT magnitude 7,7.

“Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan tim di Ronting sudah mulai memberikan layanan kepada penyintas,” ujar salah satu relawan medis.

Hasil asesmen menunjukkan sejumlah kebutuhan mendesak bagi penyintas, meliputi obat-obatan, makanan, perlengkapan bayi, tikar, serta kebutuhan logistik lainnya.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitude mengguncang wilayah NTT, Sabtu (15/8/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, 38 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan dan 2.000 orang mengungsi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|