Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3, Peluang ke Semifinal Berat

5 hours ago 8

Jumali

Jumali Senin, 03 Agustus 2026 22:28 WIB

Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3, Peluang ke Semifinal Berat

Timnas Vietnam/Instagram: aseanutdfc

Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Indonesia menelan kekalahan menyakitkan saat menghadapi Vietnam dalam laga Grup A Piala AFF 2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (3/8/2026) malam, skuad Garuda takluk dengan skor telak 0-3.

Hasil tersebut menjadi pukulan besar bagi tim asuhan John Herdman karena membuat langkah Indonesia menuju semifinal semakin sulit. Kekalahan ini juga memperlihatkan masalah yang masih membayangi Garuda, yakni efektivitas penyelesaian akhir dan kerapuhan saat menghadapi serangan balik lawan.

Vietnam langsung memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Tim asuhan Kim Sang-sik tampil disiplin dan mampu memaksimalkan peluang yang didapat untuk mengunci kemenangan penting.

Gol pertama Vietnam dicetak Nguyen Van Vi pada menit keenam. Tim tamu kemudian menggandakan keunggulan melalui Nguyen Hai Long pada menit ke-15. Vietnam menambah satu gol lagi di babak kedua melalui Nguyen Xuan Son di menit ke-71 untuk memastikan kemenangan 3-0 atas Indonesia.

Meski kalah dalam penguasaan bola, Vietnam justru tampil lebih efektif sepanjang laga. Statistik pertandingan menunjukkan Indonesia mendominasi penguasaan bola hingga 58%, sedangkan Vietnam hanya menguasai 42%.

Namun dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan kualitas peluang yang tercipta. Indonesia kesulitan mengubah penguasaan bola menjadi ancaman nyata di depan gawang lawan.

Berdasarkan data pertandingan, Vietnam membukukan nilai expected goals (xG) sebesar 1,03, lebih tinggi dibanding Indonesia yang hanya mencatat 0,65. Dari 10 percobaan tembakan yang dilepaskan Vietnam, enam di antaranya tepat sasaran dan tiga berbuah gol.

Sebaliknya, Indonesia melepaskan 11 tembakan sepanjang pertandingan, tetapi hanya tiga yang mengarah ke gawang. Minimnya akurasi membuat peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol.

Efektivitas Vietnam juga terlihat dari jumlah peluang emas yang berhasil diciptakan. Tim berjuluk Golden Star Warriors itu mencatat lima big chances, sementara Indonesia hanya menghasilkan tiga peluang besar.

Serangan balik cepat yang diperagakan Vietnam berkali-kali merepotkan lini belakang Indonesia. Transisi bertahan yang kurang rapi membuat pertahanan Garuda beberapa kali kehilangan koordinasi dan memberikan ruang bagi pemain lawan.

Di sektor individu, sejumlah pemain Vietnam tampil menonjol. Berdasarkan data Flashscore, kiper Le Giang menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan dengan rating 8,6 berkat sederet penyelamatan penting yang menggagalkan peluang Indonesia.

Beberapa pemain Vietnam lainnya juga memperoleh penilaian tinggi berkat kontribusi mereka dalam menjaga keseimbangan permainan dan mendukung serangan tim.

Sementara itu, performa pemain Indonesia dinilai belum memenuhi harapan. Marc Klok menjadi pemain Indonesia dengan rating tertinggi, yakni 7,2. Thom Haye menyusul dengan rating 6,7.

Namun kontribusi keduanya belum cukup untuk membantu Indonesia keluar dari tekanan. Di lini depan, Mitchell Baker kesulitan menembus rapatnya pertahanan Vietnam dan hanya memperoleh rating 5,1.

Kekalahan ini membuat posisi Indonesia di Grup A semakin tertekan. Peluang lolos ke semifinal masih terbuka, tetapi kini tidak sepenuhnya berada di tangan Garuda. Indonesia harus bergantung pada hasil pertandingan lain sembari berupaya memaksimalkan laga yang tersisa.

Selain persoalan hasil, pertandingan ini juga menjadi evaluasi penting bagi tim pelatih. Penguasaan bola yang lebih dominan ternyata belum mampu diterjemahkan menjadi efektivitas serangan.

Lini belakang yang mudah ditembus saat menghadapi transisi cepat lawan juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi apabila Indonesia ingin tetap bersaing di turnamen ini.

Laga melawan Vietnam sekaligus menjadi pelajaran bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu menjamin kemenangan. Vietnam menunjukkan bagaimana efektivitas, disiplin bertahan, dan ketajaman dalam memanfaatkan peluang dapat menjadi faktor penentu hasil pertandingan.

Kini, Timnas Indonesia dituntut segera bangkit. John Herdman dan jajarannya harus menemukan solusi untuk memperbaiki koordinasi antarlini, meningkatkan produktivitas serangan, serta memperkuat organisasi pertahanan agar peluang melangkah lebih jauh di Piala AFF 2026 tetap terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|