Timur Tengah Membara Kemenhaj Imbau Jangan Umrah Dulu

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jamaah Indonesia yang akan berangkat umrah dalam waktu dekat untuk menunda sementara keberangkatan ke Tanah Suci. Imbauan ini disampaikan menyusul masih tingginya eskalasi konflik di Timur Tengah akibat saling serang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Menurut Dahnil, sejak awal Kementerian Haji dan Umrah bersama Kementerian Luar Negeri telah mengeluarkan imbauan agar jamaah menunda keberangkatan guna mengantisipasi kemungkinan situasi yang tidak diinginkan.

“Kementerian Haji dan Umrah dan juga Kementerian Luar Negeri sudah menghimbau agar jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat ini menunda sementara keberangkatannya,” ujar Dahnil saat sambutan dalam acara "Konsolidasi Perhajian dan Umrah" di Gedung Utama Grand El Hajj, Asrama Haji Banten, Tangerang, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, jumlah jamaah yang dijadwalkan berangkat hingga batas akhir penutupan ibadah umrah pada awal April mencapai lebih dari 43 ribu orang.

“Sekitar April, lebih dari 43 ribu jamaah kita yang akan berangkat, terhitung mulai bulan ini sampai awal April. Itu yang terdata,” ucapnya.

Dahnil menambahkan, angka tersebut belum termasuk jamaah umrah mandiri yang tidak tercatat dalam sistem resmi kementerian. Jika dihitung secara keseluruhan, jumlahnya diperkirakan bisa mencapai 50 hingga 60 ribu orang.

“Kalau ditambah jamaah umrah mandiri dan lainnya, bisa jadi 50 sampai 60 ribu yang sudah bersiap berangkat,” katanya.

Karena itu, pemerintah memandang perlu mengambil langkah antisipatif demi keselamatan jamaah, terutama jika eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah terus meningkat.

“Nah itulah, untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan, apalagi eskalasi meningkat, maka imbauan untuk menunda sementara keberangkatan itu kami anjurkan,” kata Dahnil.

Meski demikian, ia meminta keluarga jamaah yang saat ini masih berada di Tanah Suci untuk tetap tenang. Pemerintah, kata dia, hadir dan terus memantau situasi secara intensif.

“Bagi keluarga yang mungkin keluarganya masih ada di Tanah Suci, jangan khawatir, tetap tenang. Kami berulang kali menyampaikan negara urus hadir,” ucapnya.

Dahnil memastikan tim Kementerian Haji dan Umrah siaga penuh selama 24 jam di seluruh terminal di Tanah Suci. Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia.

“Tim kami di Kementerian Haji juga standby 24 jam di semua terminal di Tanah Suci, termasuk teman-teman dari Kementerian Luar Negeri,” jelasnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|