Ilustrasi liburan bersama keluarga. Orang tua perlu menjaga ekspektasi agar perjalanan tetap menyenangkan dan tidak berubah menjadi sumber stres.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat long weekend, banyak keluarga mulai liburan bersama anak. Psikolog anak dan remaja, Bernadette Cindy, mengatakan orang tua perlu menjaga ekspektasi agar perjalanan tetap menyenangkan dan tidak berubah menjadi sumber stres.
la menjelaskan, stres saat traveling bersama anak sering kali bukan disebabkan anak yang rewel, melainkan karena orang tua memiliki harapan terlalu tinggi agar semua berjalan ideal. Karena itu, penting untuk membuat ritme perjalanan yang realistis, seperti tidak menyusun jadwal terlalu padat dan menyediakan waktu istirahat bagi anak maupun orang tua.
"Orang tua juga bisa bawa benda yang familier bagi anak dan membagi peran pengasuhan dan tugas dengan pasangan agar traveling-nya happy. Jangan lupa perhatikan jam tidur, jam makan, jam bermain, dan jam istirahat anak agar tidak terlalu overstimulasi," kata Cindy saat dihubungi Republika, Rabu (13/5/2026).
la menambahkan, orang tua perlu memberi ruang untuk menikmati proses selama perjalanan, bukan hanya berfokus pada hasil liburan yang sempurna. Menikmati momen-momen kecil bersama anak justru dapat mempererat kedekatan emosional dalam keluarga.
Bagi keluarga yang tidak berencana bepergian selama libur panjang, Cindy menilai kegiatan di rumah tetap bisa menjadi pengalaman bermakna selama dilakukan dengan penuh keterlibatan dan kehangatan. Menurutnya, kualitas hubungan lebih penting dibanding jumlah aktivitas yang dilakukan.

5 hours ago
3















































