Van Gastel Puas PSIM Tahan Persija, Akhiri Tren Kekalahan

5 hours ago 1

Van Gastel Puas PSIM Tahan Persija, Akhiri Tren Kekalahan Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA — Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, mengaku puas dengan hasil imbang 1-1 kontra Persija Jakarta dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2025/2026. Hasil tersebut dinilai penting karena mampu menghentikan tren negatif Laskar Mataram yang sebelumnya menelan tiga kekalahan beruntun.

Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Rabu (22/4/2026), PSIM tampil cukup solid menghadapi tekanan dari tim tamu. Tambahan satu poin membuat PSIM kini mengoleksi 39 poin dan naik sementara ke posisi kesembilan klasemen.

Van Gastel menilai hasil ini memiliki arti besar mengingat kualitas Persija yang dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara. “Saya senang dengan satu poin ini. Mereka adalah tim yang sangat bagus dan layak bersaing di papan atas,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.

Dalam pertandingan tersebut, PSIM langsung unggul cepat lewat gol Ezequiel Vidal pada menit keempat. Gol itu tercipta setelah memanfaatkan peluang dari skema serangan awal yang efektif. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan hingga menit ke-20 setelah Allano Lima mencetak gol melalui titik penalti.

Persija sempat memiliki peluang emas untuk berbalik unggul menjelang turun minum ketika kembali mendapatkan penalti. Namun, eksekusi Maxwell Souza berhasil digagalkan oleh kiper PSIM, Cahya Supriadi, yang tampil gemilang sepanjang laga.

Van Gastel mengapresiasi peningkatan performa timnya, terutama di babak kedua. Ia menilai para pemain menunjukkan semangat juang yang lebih tinggi serta mampu bertahan dengan lebih disiplin dan agresif.

“Di babak kedua kami bertahan lebih baik, lebih kompak, dan tidak memberi banyak ruang kepada lawan untuk menciptakan peluang,” katanya.

Sementara itu, bek PSIM, Franco Ramos, juga menilai hasil ini sebagai buah dari kerja keras tim. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain telah berjuang maksimal menghadapi tekanan dari Persija yang tampil dominan.

Menurut Ramos, satu poin yang diraih menjadi modal penting bagi PSIM untuk bangkit di sisa kompetisi. “Kami datang untuk menang, tapi hasil ini tetap penting karena kami berhasil menghentikan tren kekalahan,” ujarnya.

Dengan hasil ini, PSIM diharapkan mampu menjaga konsistensi performa dan kembali meraih hasil positif pada pertandingan selanjutnya. Momentum kebangkitan ini menjadi krusial bagi Laskar Mataram untuk memperbaiki posisi di klasemen hingga akhir musim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|