Vance vs Rubio, Pertarungan Awal Merebut Warisan Politik Trump

49 minutes ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pertarungan mengenai siapa yang akan menjadi penerus politik Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menghangat di tubuh Partai Republik menjelang Pemilu 2028. Wakil Presiden JD Vance sejauh ini muncul sebagai pewaris paling alami gerakan Make America Great Again (MAGA), sementara Menteri Luar Negeri Marco Rubio menjadi figur yang paling berpotensi menantangnya.

Pemetaan terbaru The Washington Post pada Jumat (14/8/2026) menempatkan keduanya di lapisan teratas bursa awal kandidat Republik. Reuters dan Associated Press dalam beberapa bulan terakhir juga melihat Vance dan Rubio sebagai dua figur utama dalam pembicaraan mengenai suksesi Trump, meskipun belum ada pencalonan resmi dari keduanya.

Pertarungan tersebut bukan hanya mengenai siapa yang mendapatkan tiket Partai Republik. Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah partai itu setelah Trump akan mempertahankan sepenuhnya politik MAGA atau mulai mencari formulasi baru untuk menjangkau pemilih di luar basis Trump.

Trump sendiri kembali membuka pembicaraan mengenai 2028 pekan ini. Ketika ditanya apakah serius mempertimbangkan masa jabatan ketiga, ia mengatakan ingin kembali maju, tetapi mengakui kuatnya batas hukum yang berlaku.

Konstitusi AS memberikan batas yang jelas. Amandemen ke-22 menyatakan tidak seorang pun dapat dipilih menjadi presiden lebih dari dua kali. Trump kini menjalani masa jabatan keduanya setelah memenangkan pemilihan presiden pada 2016 dan 2024.

Dengan demikian, perhatian Partai Republik semakin tertuju kepada siapa yang mampu mewarisi basis politik yang dibangun Trump sekaligus membuatnya kompetitif dalam pemilihan nasional 2028.

Trump Masih Menjadi Kingmaker

Meski tingkat popularitas Trump secara nasional sedang tertekan, pengaruhnya terhadap basis Partai Republik masih kuat.

Survei Reuters/Ipsos yang dipublikasikan pada 3 Agustus mencatat tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump sebesar 35 persen, turun dari 37 persen pada survei sebelumnya. Dalam survei yang sama, Demokrat untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade memperoleh keunggulan atas Republik ketika responden ditanya partai mana yang lebih dipercaya mengelola ekonomi, yakni 37 persen berbanding 36 persen.

Namun situasinya berbeda jika hanya melihat pemilih Republik. Survei Reuters/Ipsos pada Maret menunjukkan 79 persen responden Republik memiliki pandangan positif terhadap Trump. Angka yang sama, 79 persen, diberikan kepada Vance, sedangkan Rubio memperoleh 71 persen.

Besarnya loyalitas basis tersebut menjadikan dukungan Trump berpotensi sangat menentukan dalam pemilihan pendahuluan. Namun Trump sejauh ini belum menetapkan pilihan.

Reuters melaporkan Trump bahkan sempat bertanya kepada orang-orang di sekelilingnya mengenai pilihannya antara “JD atau Marco”. Gedung Putih membantah adanya keberpihakan terhadap salah satu kandidat.

Trump juga berulang kali menggoda kemungkinan Vance dan Rubio justru berada dalam satu tiket. Dalam wawancara podcast yang ditayangkan Juni, Trump mengatakan kombinasi keduanya akan sangat sulit dikalahkan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|