WIKA Beton Pamerkan Teknologi Rumah Modular Tahan Gempa di Danantara Housing Expo

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – WIKA Beton memperkenalkan teknologi pembangunan rumah modular precast melalui Danantara Housing Expo 2026. Teknologi tersebut diklaim dapat mempercepat pembangunan rumah sekaligus memenuhi kebutuhan hunian tahan gempa dan menggunakan material yang lebih ramah lingkungan.

Director of Engineering and Production WIKA Beton Verly Widiantoro mengatakan teknologi tersebut bernama WHOME dan dikembangkan melalui riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Kami memberikan dukungan agar Program Tiga Juta Rumah ini bisa terwujud. Dengan membangun secara masif, maka salah satu tantangannya adalah kecepatan. Inovasi WHOME ini mencoba menjawabnya,” kata Verly dalam siaran pers, Ahad (30/8/2026).

WHOME menggunakan konsep modular precast. Komponen rumah diproduksi di pabrik, kemudian dikirim ke lokasi pembangunan dan dirakit. Menurut Verly, WIKA Beton telah melakukan dua kali uji lapangan. Struktur rumah dapat diselesaikan dalam sekitar dua hari, sedangkan pembangunan hingga tahap furnished membutuhkan waktu sekitar 10 hari.

Selain mempercepat pembangunan, teknologi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan ketahanan terhadap gempa. Pengembangannya melibatkan BRIN dan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI).

WIKA Beton juga menggunakan material sisa industri, antara lain fly ash dari limbah batu bara dan slag dari limbah besi, sebagai bagian dari material bangunan. “Jadi kami memanfaatkan barang-barang limbah, sehingga itu fitur green-nya,” ujarnya.

Teknologi tersebut telah digunakan dalam pembangunan rumah di Aceh Tamiang. Verly mengatakan kondisi proyek yang memiliki keterbatasan akses kendaraan, tempat tinggal pekerja, dan kebutuhan air menjadi salah satu alasan penggunaan metode pembangunan yang lebih cepat.

Untuk proyek dengan kondisi khusus, WIKA Beton dapat menggunakan konsep mobile plant atau fasilitas produksi yang ditempatkan lebih dekat dengan lokasi proyek. Menurut Verly, kapasitas produksi untuk pembangunan di Tamiang dapat mencapai sekitar 5.000 rumah per bulan. “Dengan segala keterbatasan, kami bisa secara cepat, kami bangun rumah di sana,” katanya.

WIKA Beton menampilkan WHOME dalam Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung di NICE PIK 2 Jakarta. Teknologi tersebut menjadi salah satu alternatif metode pembangunan untuk mendukung kebutuhan rumah dalam Program Tiga Juta Rumah.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pemenuhan kebutuhan rumah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan hunian, tetapi juga akses masyarakat terhadap pembiayaan.

Danantara menyinergikan ekosistem BUMN properti, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan pengembang swasta dalam pameran tersebut. Salah satu skema yang ditawarkan adalah uang muka mulai 1 persen dan tenor pembiayaan panjang.

“Melalui pameran ini, kami berupaya menghadirkan pasokan terbaik dengan harga terjangkau, skema pembiayaan yang kompetitif, dan yang paling penting adalah akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mewujudkan rumah impiannya,” kata Rosan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|