31 Saksi Diperiksa, Kecelakaan KA Bekasi Timur Diusut Tuntas

4 hours ago 1

31 Saksi Diperiksa, Kecelakaan KA Bekasi Timur Diusut Tuntas Polda Metro Jaya periksa 31 saksi kecelakaan kereta Bekasi Timur yang tewaskan 16 orang, penyidikan terus berjalan. - Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang kini memasuki tahap penyidikan, dengan 31 saksi telah diperiksa oleh Polda Metro Jaya.

Puluhan saksi tersebut terdiri atas berbagai pihak, mulai dari pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, korban, hingga petugas operasional PT Kereta Api Indonesia yang berada di lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menjelaskan proses penyidikan kini ditangani Subdit Kamneg Ditreskrimum guna mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan maut tersebut.

"Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang, yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut," katanya.

Ia menyebutkan sejumlah langkah telah dilakukan penyidik, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, analisis rekaman CCTV, hingga koordinasi dengan rumah sakit untuk pemeriksaan korban dan visum.

"Sejauh ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya," katanya.

Dalam tahap lanjutan, penyidik juga akan memeriksa sejumlah instansi terkait seperti Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, operator taksi, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian guna melengkapi rangkaian penyidikan.

Kecelakaan tragis yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam itu bermula dari sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan, sebelum akhirnya tertabrak kereta rel listrik (KRL) yang melintas.

Benturan awal tersebut memicu rangkaian kejadian lanjutan ketika KRL tujuan Cikarang berhenti darurat di lokasi. Dalam kondisi tersebut, kereta kemudian kembali tertabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Akibat tabrakan beruntun itu, gerbong belakang khusus wanita mengalami kerusakan parah dan menyebabkan korban jiwa mencapai 16 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Hingga kini, penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa untuk memastikan penyebab utama kecelakaan serta menentukan pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Kecelakaan KRL CommuterLine dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam memicu kepanikan penumpang, dengan sejumlah korban dilaporkan terjepit di dalam gerbong dan proses evakuasi masih berlangsung hingga larut malam.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 20.53 WIB saat rangkaian KRL yang melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang berhenti di jalur 1, sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah barat.

Salah satu penumpang selamat, Munir, mengungkapkan bahwa KRL yang ditumpanginya sempat berhenti karena adanya gangguan di jalur, yakni insiden kereta lain yang berlawanan arah menabrak sebuah mobil taksi di perlintasan dekat lokasi kejadian.

"CommuterLine yang berhenti lantaran CommuterLine yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi," katanya di lokasi, Senin petang.

Tidak lama setelah berhenti, situasi berubah drastis ketika kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek melaju dan menghantam bagian belakang KRL dengan keras. Benturan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada gerbong paling belakang.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai menembus gerbong paling belakang CommuterLine," ujarnya.

Dampak tabrakan tersebut sangat serius, terutama bagi penumpang yang berada di gerbong terakhir KRL. Munir menyebut banyak korban terjebak akibat struktur gerbong yang ringsek.

"Banyak itu ada korban di dalam terjebak, kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|