Langkah itu menyasar kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) membawa menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Hampir 4.000 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mendapat tugas khusus. Mereka diterjunkan mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung ke rumah-rumah warga.
Langkah itu menyasar kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang belum masuk PAUD. Penugasan para kader itu dijalankan sebagai bentuk implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 115.
Untuk memastikan kelancaran program tersebut, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang juga menjabat sebagai Kepala BKKBN, Wihaji, mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Indramayu, Kamis (17/9/2026).
Dalam agenda kunjungan itu, Wihaji memanfaatkan waktunya untuk berdialog secara langsung dengan ribuan kader TPK. Pertemuan itu sekaligus menjadi wadah untuk mendengarkan laporan serta mengevaluasi efektivitas pelaksanaan tugas mereka di lapangan dalam menyalurkan paket MBG kepada kelompok sasaran.
Wihaji mengatakan, dari laporan yang diterimanya, capaian penyaluran MBG kelompok 3B di Kabupaten Indramayu telah mencapai kisaran 80 sampai 90 persen. Ia pun mengapresiasi hal tersebut.
"Alhamdulillah, lebih dari separuh sudah jalan,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, tugas para kader TPK jauh melampaui sekadar mengantar makanan. Mereka menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi langsung rumah warga (door-to-door).
Melalui mekanisme kunjungan langsung itu, para ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD tidak perlu repot mendatangi Posyandu atau pusat pelayanan hanya untuk mengambil jatah makanan bergizi mereka. "Khusus MBG 3B, kita yang mendistribusikan. Kita pastikan betul-betul sampai ke penerima manfaat sekaligus memberikan edukasi," kata Wihaji.

3 hours ago
2















































