Hasil Pooling Jelang Pemilu Israel, Netanyahu Keok dari Mantan Jenderal IDF

6 hours ago 7

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Pemimpin oposisi Israel, Gadi Eisenkot, unggul sembilan poin atas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam survei terbaru terkait sosok yang dinilai lebih layak memimpin pemerintahan. Hasil tersebut terungkap dalam jajak pendapat yang dirilis Channel 13.

Survei tersebut menunjukkan sebanyak 45 persen responden memilih Eisenkot, yang juga ketua Partai Yashar, sebagai perdana menteri. Sementara itu, Netanyahu hanya meraih 36 persen dukungan, dan 19 persen sisanya menyatakan tidak tahu.

Jajak pendapat yang melibatkan 886 responden dengan tenggat kesalahan (margin of error) sebesar 3,3 persen ini digelar menjelang pemilu legislatif Israel pada 27 Oktober mendatang.

Selisih ini menjadi keunggulan signifikan bagi Eisenkot dalam hal kepemimpinan personal. Padahal, survei Channel 12 pada akhir Juli lalu masih menunjukkan tingkat keterpilihan kedua politisi tersebut berada di posisi seimbang.

Jika tren jajak pendapat saat ini bertahan, koalisi sayap kanan yang dipimpin Netanyahu bersama Partai Likud akan mendapat tantangan berat dari blok oposisi. Oposisi kini dipimpin oleh mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Letnan Jenderal Gadi Eisenkot, melalui partai barunya, Yashar.

Dalam bahasa Ibrani, nama partai tersebut berarti "Lurus" atau "Jujur". Nama ini mencerminkan narasi yang diusung Eisenkot tentang pentingnya keterbukaan kepada konstituen setelah empat tahun pemerintahan Netanyahu yang dinilai penuh tipu daya dan penyumbatan politik.

"Anda harus memahami bahwa Eisenkot adalah kebalikan dari semua sifat Netanyahu," ujar profesor ilmu politik dari Hebrew University Jerusalem, Gideon Rahat, kepada ABC.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|