El Nino Bungkam Atlantik, Badai Pertama 2026 Kini Mengintai Bermuda

7 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musim badai Atlantik 2026 memasuki wilayah yang hampir tak pernah terlihat dalam era satelit. Hingga pertengahan September, belum satu pun sistem tropis berkembang menjadi hurricane atau badai, sementara El Niño yang semakin kuat terus menciptakan kondisi atmosfer yang tidak bersahabat bagi pembentukan siklon di Atlantik.

Namun ketenangan panjang itu kini menghadapi ujian. National Hurricane Center (NHC) Amerika Serikat sedang memantau sebuah area tekanan rendah beberapa ratus mil di sebelah timur Bermuda. Sistem yang diberi penanda AL98 itu sempat dinilai memiliki peluang 40 persen berkembang menjadi sistem tropis dalam 48 jam maupun tujuh hari ke depan pada Kamis pagi, 17 September 2026.

Dalam pembaruan Kamis siang, peluang tersebut kemudian diturunkan. NHC menyebut badai dan hujan di sekitar pusat tekanan rendah menjadi kurang terorganisasi dan menilai peluang pembentukan sistem tropis berada di sekitar 20 persen dalam 48 jam serta 30 persen dalam tujuh hari.

Perubahan prakiraan itu sekaligus menunjukkan besarnya ketidakpastian perkembangan sistem. Meski demikian, para meteorolog belum sepenuhnya mengesampingkan peluang AL98 menjadi sistem yang lebih kuat.

Pakar utama badai AccuWeather Alex DaSilva mengatakan kepada Newsweek pada Kamis, 17 September 2026, sistem tersebut berpotensi menjadi kandidat yang akhirnya menghasilkan hurricane pertama musim Atlantik tahun ini apabila mampu mengorganisasi diri dan mendapatkan kondisi yang mendukung di sekitar Bermuda.

Jika berkembang menjadi tropical storm berikutnya, sistem itu akan diberi nama Fay.

Rekor Terlama Tanpa Hurricane

Tahun 2026 sudah mencatat sejarah dalam era satelit. Data National Hurricane Center hingga 17 September menunjukkan Atlantik baru menghasilkan lima badai bernama dan belum satu pun mencapai status hurricane. Pada periode normal 1991-2020, jumlah rata-rata hingga tanggal tersebut mencapai sembilan badai bernama dan empat hurricane.

Kelima badai yang telah muncul adalah Arthur, Bertha, Cristobal, Dolly, dan Edouard. Arthur aktif pada 17-18 Juni, disusul Bertha pada 19-23 Juli. Cristobal muncul pada 12-13 Agustus, Dolly pada 27-28 Agustus, sementara Edouard bertahan dari 31 Agustus hingga 2 September.

Tidak satu pun mampu mencapai kecepatan angin minimum hurricane sebesar 74 mil per jam atau sekitar 119 kilometer per jam. AccuWeather pada 9 September 2026 melaporkan 2026 telah melampaui rekor era satelit untuk tanggal paling lambat tanpa hurricane pertama. Rekor sebelumnya dipegang bersama musim 2002 dan 2013, ketika hurricane pertama terbentuk pada 11 September.

Jika dilihat lebih jauh sebelum era satelit, terdapat musim-musim yang bahkan lebih ekstrem. AccuWeather mencatat pada 1941, berdasarkan analisis ulang, hurricane pertama baru mencapai kekuatan badai pada 21 September. Dua musim lain, 1907 dan 1914, tercatat tidak menghasilkan hurricane sama sekali, meskipun catatan pada masa sebelum observasi satelit memiliki tingkat ketidakpastian lebih besar karena bergantung pada laporan kapal dan pengamatan daratan.

El Niño Menekan Atlantik

Penyebab utama ketenangan Atlantik tahun ini adalah El Niño. National Oceanic and Atmospheric Administration atau NOAA menjelaskan El Niño meningkatkan vertical wind shear atau geseran angin vertikal di Atlantik. Perbedaan arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan atmosfer dapat memiringkan bahkan merobek struktur badai sebelum sistem tersebut sempat berkembang.

Badai tropis membutuhkan struktur vertikal yang relatif terorganisasi. Ketika angin di lapisan bawah bergerak dalam arah berbeda dengan angin di lapisan atas, pusat sirkulasi dan awan badai dapat terpisah. Akibatnya, energi yang dibutuhkan untuk memperkuat sistem tidak terkonsentrasi di sekitar pusatnya.

DaSilva menggambarkan El Niño sebagai kondisi yang mengurangi kesempatan Atlantik menghasilkan hurricane dengan lintasan panjang. Semakin besar wind shear, semakin banyak gangguan tropis yang gagal bertahan cukup lama untuk berkembang menjadi badai kuat.

Fenomena sebaliknya sering terjadi ketika La Niña berlangsung. Wind shear Atlantik biasanya lebih rendah sehingga gelombang tropis yang keluar dari Afrika memiliki waktu lebih panjang untuk berkembang di atas perairan hangat.

El Niño Semakin Kuat

Yang membuat musim 2026 semakin tidak biasa adalah kekuatan El Niño masih bertambah. NOAA Climate Prediction Center pada 10 September 2026 menyatakan El Niño terus menguat dan memiliki peluang lebih dari 90 persen berkembang menjadi peristiwa yang dikategorikan sangat kuat selama musim gugur dan musim dingin 2026-2027 di Belahan Bumi Utara.

Suhu permukaan laut di wilayah Pasifik ekuatorial timur bahkan tercatat lebih dari 3 derajat Celsius di atas rata-rata pada sejumlah kawasan.

Indeks Niño-3.4 mencapai anomali sekitar 1,8 derajat Celsius pada Agustus. NOAA juga menyebut terdapat peluang 75 persen bahwa periode Oktober-Desember 2026 menghasilkan peristiwa historis yang melampaui kekuatan episode El Niño sebelumnya sejak 1950 berdasarkan indikator Relative Oceanic Niño Index.

Istilah "super El Niño" kerap digunakan media dan sebagian meteorolog untuk menggambarkan El Niño yang sangat kuat.

Namun NOAA tidak menggunakan "super" sebagai kategori resmi. Lembaga tersebut menggunakan klasifikasi "very strong" atau sangat kuat.

Perbedaan istilah itu penting karena kekuatan El Niño tidak otomatis menentukan secara persis cuaca yang akan terjadi di setiap wilayah.

El Niño mengubah kemungkinan pola cuaca, bukan menjamin satu jenis cuaca tertentu akan terjadi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|