4 Hari Blokade AS Terhadap Hormuz, Apa yang Terjadi di Selat Ini?

5 hours ago 7

Kapal-kapal kargo terlihat di Teluk Persia dekat Pulau Qeshm di provinsi Hormozgan, Iran, 23 Desember 2011 (diterbitkan ulang 20 Maret 2026). 70% pengiriman maritim di Selat Hormuz telah menurun sejak ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat pada 28 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Seiring dengan memasuki hari keempat blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, Komando Pusat AS menegaskan pengetatan langkah-langkahnya, sementara Teheran mengancam akan mengganggu lalu lintas di Laut Merah.

Meskipun beberapa kapal dagang tetap beroperasi dan sejumlah kecil kapal tanker berhasil melintasi selat, situasi secara umum masih diselimuti ketidakpastian dengan ratusan kapal tanker yang masih tertahan di perairan wilayah tersebut.

Menurut laporan yang disusun oleh koresponden Aljazeera, Asma Muhammad, ada lebih dari 20 kapal dagang yang melintasi selat tersebut dalam waktu 24 jam, sejak blokade laut yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Iran mulai berlaku, sementara lebih dari 800 kapal tanker masih tertahan di Teluk.

Sementara itu, Bloomberg menegaskan bahwa 426 kapal tanker minyak mentah dan 19 kapal tanker gas alam cair tertahan di wilayah tersebut.

Data dari Kepler, perusahaan yang berspesialisasi dalam pelacakan kapal, mengungkapkan adanya kasus-kasus penyeberangan di mana 3-4 kapal tanker yang terkait dengan Iran berhasil melintasi selat tersebut.

Kapal Kristiana yang berbendera Liberia telah melintasi selat setelah membongkar muatan jagung di Pelabuhan Imam Khomeini setelah melewati Pulau Larak di Iran.

Kapal Elips yang berbendera Komoro—yang juga terkena sanksi AS karena hubungannya dengan Iran—juga melintasi selat tersebut.

Kapal ini terlihat di dekat Pulau Larak, mengangkut 31 ribu ton metanol, dan telah berangkat dari Pelabuhan Bushehr pada 31 Maret lalu.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|