Smart City Jadi Senjata Jatim Perkuat UMKM dan Industri

5 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, NGANJUK -- Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menekankan pentingnya penerapan konsep smart city sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing sektor manufaktur dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya di Jawa Timur.

“Kalau berbicara soal smart city, sebenarnya kembali lagi bagaimana hal itu membawa manfaat untuk sektor manufaktur. Artinya, apabila smart city ini membuat pengelolaan infrastruktur kota menjadi semakin andal, pasti ada manfaatnya,” ujarnya dalam acara Site Visit dan Media Briefing Kementerian Keuangan dengan tema “Kemenkeu Dukung Sektor Padat Karya Dukung Pertumbuhan Ekonomi”, yang diselenggarakan di Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026).

Emil mencontohkan penerapan QR Code sejak 2019 yang mempermudah layanan publik, termasuk pembayaran pajak kendaraan secara cashless. “Semakin kita mempermudah public services kepada masyarakat, produk kita pasti meningkat,” tambahnya.

Ia juga menyoroti peran teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam mendukung UMKM. “Tadi pagi, bersama ASEAN Foundation, kami bertemu dengan 500 pelaku UMKM mengenai bagaimana menggunakan AI untuk meningkatkan proses mereka, mulai dari operasional hingga promosi. Dulu ada program dari Kementerian Perindustrian untuk melakukan matching antara tech solution provider dan pelaku UMKM agar mereka bisa menggunakan digital technology dalam meningkatkan efisiensi,” jelas Emil.

Menurutnya, pemerintah harus hadir sebagai fasilitator, bukan penghambat, agar pelaku usaha lebih mudah beradaptasi dengan teknologi. Selain itu, Emil menekankan kerja sama dengan Singapura dan kementerian industri internasional untuk memperkuat kapabilitas industri menghadapi revolusi industri keempat.

“Singapura punya Economic Development Board, dan kita memang ke sana, karena saat revolusi industri keempat berkembang, mereka sudah mulai meningkatkan capability dari pelaku industrinya,” katanya.

Ia juga menyebutkan lima program kerja yang dibahas bersama Persatuan Insinyur Indonesia, di antaranya pengembangan industri berbasis nilai tambah, penguatan rantai pasok, green development, serta sertifikasi SDM insinyur untuk meningkatkan kepercayaan pasar.

Namun, Emil juga menyinggung tantangan di sektor energi, khususnya distribusi LPG. Ia menceritakan temuan di lapangan terkait praktik penimbunan tabung LPG yang memicu kepanikan masyarakat. “Kalau masyarakat sudah panik, ini industri akan semakin sulit beroperasi. Tugas kita di situasi seperti ini adalah menjaga kondusivitas,” tegasnya.

Pemerintah daerah bersama Pertamina terus berupaya memastikan distribusi berjalan lancar dan mencegah praktik yang mengganggu logistik.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|