Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu tantangan besar ketika terjerat judi online (judol) adalah menemukan cara efektif agar bisa lepas. Pasalnya, judol membuat pelakunya kecanduan dan sulit keluar dari jebakannya.
Hal ini juga diakui oleh Erwin seorang mantan penjudi. Dia melakukannya selama 8 tahun dan dua tahun terakhir ingin berhenti untuk berjudi.
"Saya jujur 2-3 tahun terakhir susah untuk berhenti itu karena masih ada ambisi untuk mengembalikan kekalahan ini," kata dia dalam acara Judi Pasti Rugi: Perjalanan Lintas Nusantara Berantas Judi Online, di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Dia berpesan cara berhenti judi adalah ikhlas. Karena biasanya mereka bertahan untuk bisa mengembalikan kekalahan yang didapatkan sebelumnya.
"Iya benar. Jadi mungkin ya di awal-awal kita deposit tuh masih ada harapan untuk mencari kemenangan. Tapi setelah yang benar-benar kita capek tuh sebenarnya kita cuma berharap untuk bisa mengembalikan kekalahan kita yang sudah lalu. Jadi ya solusi buat teman-teman juga yang sebenarnya mau bertanya di luar sana ya bagaimana cara berhenti ya ikhlas sebenarnya," jelas Erwin yang kini juga melakukan edukasi anti judi online dan bergabung dengan Tim Judi Pasti Rugi.
Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi), Dea Rachman mengatakan peranan untuk memerangi judi online dilakukan oleh banyak pihak. Dari segi pemerintah, misalnya, adalah dengan memberikan perlindungan berbentuk peraturan.
Dalam hal ini, Dea mengatakan peraturannya seperti UU ITE, UU PDP dan PP Tunas. Selain itu juga melakukan take down iklan ataupun platform yang terkait judi online.
Namun diakuinya, gerakan memberantas judi online juga tak bisa dilakukannya sendiri. Menyembuhkan mereka yang terjangkit kecanduan judi online adalah melalui keluarga.
Kepada orang-orang yang menghadiri acara itu, dia berpesan keluarga bisa membina anggota keluarga yang terjerat judi online dengan cara lebih harmonis. Jangan tambahkan lagi dengan stres, melainkan berikan pengertian.
"Kalau untuk yang ibu-ibu, emak-emak yang misal ketahuan suaminya kecanduan, jangan diomelin jangan ditambah stres Ibu-ibu sekalian. Takutnya, takutnya uangnya sudah nggak ada nih untuk bulan ini, bagaimana? Nah, kepala keluarganya bapaknya susah nyari uang akhirnya makin terjerat ke judi online," jelasnya.
"(...)Jadi keluarga bentuknya tolong binalah mereka yang terjangkit di keluarga dengan cara yang lebih harmonis. Jangan ditambah stres tapi berikan pengertian secara lembut ya," Dea mengungkapkan.
Sementara itu, Gopay melalui melakukan kampanye Judi Pasti Rugi selama 8 bulan terakhir ke 66 kota dan sejauh 60 ribu km kepada 60 juta orang. Selama kampanye banyak cerita terkait judi online yang didengarkan.
"Tapi memang dari banyak testimoni-testimoni yang kami dapatkan juga bervariasi juga kerugiannya, bervariasi juga isu-isunya. Tapi memang ini yang terus kami coba untuk edukasikan bahwa judi itu sebenarnya penipuan ya, judi itu pasti rugi," kata Kelvin Timotius, Head of Gopay.
Dia menjelaskan banyak orang yang melakukan judi online juga tiak mengira akan terjerat karena awalnya yang didapatkan adalah kemenangan. Namun ternyata itu berasal dari algoritma, yang setelah diteruskan malah mendapatkan kekalahan terus menerus.
Terkait aduan-aduan yang datang melalui kampanye ini, Kelvin mengatakan pihaknya akan menanggapi dan mengarahkan agar bisa berhenti bermain judi online.
"Sebenarnya ya, cara yang paling bagus adalah berhenti ya," dia menegaskan.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

















































