Bendera Australia (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID,CANBERRA -- Pemerintah Australia telah membatalkan visa seorang influencer atau pemengaruh berkewarganegaraan Israel bernama Sammy Yahood. Dia dikenal sebagai pendukung ideologi Zionisme dan kerap menyuarakan sentimen anti-Islam.
Lewat akun X pribadinya, Yahood mengunggah sebuah video dan menceritakan pencabutan visanya oleh Australia. Dalam video tersebut, Yahood mengatakan telah berada di Abu Dhabi dan akan melanjutkan penerbangannya ke Melbourne, Australia.
Namun beberapa jam sebelum penerbangannya, otoritas Australia mencabut visanya. "Saya telah dilarang masuk Australia secara tidak sah, dan saya akan mengambil tindakan. Kita harus melawan tirani;" tulis Yahood pada akun X-nya, Selasa (27/1/2026).
Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengonfirmasi bahwa dia telah membatalkan visa Yahood. "Jika seseorang ingin datang ke Australia, mereka harus mengajukan visa yang tepat dan datang untuk alasan yang tepat," kata Burke pada Senin (26/1/2026) malam, dikutip laman the Guardian.
“Menyebarkan kebencian bukanlah alasan yang baik untuk datang," tambah Burke.
Asosiasi Yahudi Australia adalah pihak yang mengundang Sammy Yahood ke negara tersebut. Mereka mengecam keputusan Pemerintah Australia mencabut visa Yahood.
Yahood dikenal sebagai pendukung Zionisme. Dia pro-pencaplokan wilayah Palestina. Hal itu kerap disuarakan lewat unggahan di akun X pribadinya. "Tepi Barat adalah Israel. Yudea dan Samaria (nama kuno yang dipakai Yahudi untuk mengacu pada wilayah Tepi Barat)," tulis Yahood pada unggahan X-nya 31 Desember 2025 lalu.
Selain pro-Zionisme, Yahood juga kerap menyuarakan sentimen anti-Islam. Lewat platform media sosialnya, Yahood menggambarkan Islam sebagai "ideologi menjijikkan" dan "agresor". Yahood pun pernah mengunggah videonya tengah berbincang dengan seorang Muslimah berhijab membahas soal Yerusalem.
Video itu diunggah di akun X pribadinya pada 28 Desember 2025 dengan pesan teks bertuliskan, "Islam tidak bisa dipercaya untuk sekadar 'berdampingan', kita harus menunjukkan kekuatan, kebanggaan & keberanian untuk iman kita, nilai-nilai kita, dan budaya kita! Di mana Islam tidak memiliki tempat!"

3 hours ago
57
















































