Ada Transaksi Nego Rp 1,7 Triliun Saham BUMI, Patok Harga Segini

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham Bumi Resources (BUMI) terpantau bangkit setelah sempat menyentuh batas auto rejection bawah selama dua hari ke belakang. Hingga pukul 15.00 WIB saham BUMI terpantau terkoreksi 8,82% ke Rp 268 per saham.

Tercatat saham BUMI menjadi yang paling aktif kedua di bursa setelah BBCA, total transaksi saham bumi tercatat mencapai Rp 10,3 triliun.

BUMI yang dua hari beruntun menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) harga sahamnya terpangkas 27% dan sempat menyentuh level terendah Rp 250 per saham pada perdagangan intraday sesi pertama.

Namun pada sesi kedua, setelah konferensi pers OJK dan BEI yang menegaskan akan melakukan reformasi aturan setelah mendapat desakan dari pemerintah untuk mematuhi ketentuan yang disyaratkan penyedia layanan indeks MSCI, pasar saham RI langsung menggeliat. Salah satunya saham BUMI yang mampu keluar dari batas ARB.

Tercatat ada transaksi yang relatif besar di pasar negosiasi atas saham BUMI hari ini. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 1,71 triliun di harga Rp 257 per saham.

Selain BUMI, sejumlah saham lain juga mencatatkan transaksi nego jumbo, termasuk BBCA senilai Rp 828 miliar, PTRO Rp 662 miliar, BRPT Rp 511 miliar dan DEWA Rp 397 miliar.

Indeks hari ini memangkas koreksi secara signifikan dari sempat anjlok 10% dan kini tersisa kurang dari 2%. Pemantulan indeks ini terjadi setelah pengambil kebijakan berkumpul merapatkan terkait aturan yang dikeluhkan oleh penyedia layanan indeks MSCI yakni terkait free float di pasar modal Indonesia.

Hari ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan reformasi terhadap regulasi menyusul keputusan Goldman Sachs menurunkan peringkat (rating) saham Indonesia menjadi underweight serta adanya peringatan dari indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Hal tersebut disampaikannya setelah melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Ya tentu kita harus terus melakukan reform terhadap regulasi di pasar modal. Makanya kan tadi saya bilang, kita akan meminta untuk bursa kita melakukan reform mengenai regulasi," ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (29/1/2026).

Sementara itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengambil serangkaian langkah lanjutan untuk merespons masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penilaian free float saham di pasar modal Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menegaskan otoritas memandang pernyataan MSCI sebagai masukan konstruktif dan sinyal bahwa saham-saham Indonesia tetap dipandang potensial serta layak diinvestasikan bagi investor global.

Mahendra juga menyatakan bahwa MSCI pada prinsipnya tetap ingin memasukkan saham emiten Indonesia dalam indeks global. Oleh karena itu, OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) akan memastikan penyesuaian yang diperlukan dilakukan hingga memenuhi kebutuhan dan metodologi MSCI.

Langkah pertama, OJK menindaklanjuti proposal penyesuaian data free float yang telah dipublikasikan oleh BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Penyesuaian tersebut antara lain mengecualikan investor dalam kategori korporasi dan others dalam perhitungan free float, serta memublikasikan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5% untuk setiap kategori investor.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|