Adhi Karya melakukan fundamental business review untuk memperkuat kinerja.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARtA — PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melakukan fundamental business review untuk memperkuat kualitas kinerja perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari program penyehatan BUMN Karya.
Perusahaan melakukan penataan menyeluruh terhadap kualitas aset dan pencadangan di seluruh lini usaha. Upaya ini bertujuan agar laporan keuangan lebih mencerminkan kondisi bisnis yang aktual dan prudent.
“Langkah ini kami tempuh agar laporan keuangan Perseroan benar-benar mencerminkan kondisi bisnis yang lebih faktual, aktual, dan prudent. Ini bukan sekadar penyesuaian angka, melainkan fondasi yang lebih solid bagi Perseroan untuk melangkah ke depan,” ujar Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk Rozy Sparta, Selasa (14/4/2026).
Di tengah proses tersebut, kinerja operasional tetap terjaga. ADHI mencatat EBITDA positif sebesar Rp763,8 miliar yang menunjukkan kemampuan menghasilkan arus kas dari kegiatan usaha.
Rozy menegaskan, penataan neraca menjadi salah satu wujud komitmen transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik. Langkah ini juga menjadi fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Dalam memperkuat likuiditas, ADHI memprioritaskan pencairan piutang dari proyek strategis. Proyek seperti LRT Jabodebek dan Tol Aceh–Sigli diharapkan mendorong arus kas perusahaan.
“Realisasi piutang dari LRT Jabodebek dan Tol Aceh-Sigli diharapkan memberikan kontribusi langsung dan signifikan terhadap peningkatan arus kas Perseroan,” ujar Rozy.
Di sisi lain, ADHI juga menyiapkan pipeline proyek baru di sektor infrastruktur. Beberapa proyek yang menjadi fokus antara lain PUSRI III-B, Coal Handling ICB PTBA, dan PL TMG Tobelo.
Perusahaan juga terlibat dalam proyek pengelolaan lingkungan di kawasan industri Medan. Langkah ini menjadi salah satu upaya penguatan portofolio berbasis keberlanjutan.
Ke depan, ADHI akan memperkuat bisnis inti konstruksi dan melakukan inovasi proses bisnis. Perusahaan juga membuka peluang divestasi untuk merampingkan usaha.
“Seluruh langkah ini sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan program transformasi bisnis Perseroan yang berkelanjutan,” katanya.

4 hours ago
1

















































