REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Keyakinan tetap menyala di kubu Barcelona menyambut laga hidup mati kontra Atletico Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions. Di tengah tekanan besar bermain di kandang lawan dan misi memupus defisit dua gol, bintang muda Lamine Yamal menegaskan bahwa peluang bangkit masih terbuka.
Barcelona akan bertandang ke Stadion Metropolitano dengan beban kekalahan 0-2 dari leg pertama. Hasil itu membuat Blaugrana berada di ambang eliminasi, kecuali mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa di kandang lawan.
Namun bagi Yamal, situasi tersebut tidak boleh dipandang sebagai misi yang mustahil. “Kami tidak boleh menganggap kebangkitan sebagai keajaiban,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (13/4/2026).
Pemain berusia 18 tahun itu menunjukkan kematangan yang melampaui usianya. Ia mengaku telah terbiasa menghadapi tekanan sejak muda. Yamal menuturkan dirinya memilih menikmati tanggung jawab tersebut dan menjadikannya sebagai kekuatan, seraya bersyukur atas perjalanan yang ia alami sejauh ini.
Kepercayaan diri Barcelona juga bertumpu pada identitas mereka. Lebih dari setengah skuad yang akan tampil di Madrid merupakan lulusan akademi La Masia. Yamal, yang disebut-sebut sebagai talenta paling bersinar sejak Lionel Messi, menjadi simbol generasi baru tersebut.
Ia sebelumnya mencuri perhatian di level internasional dengan membantu Spanyol menjuarai Euro 2024 serta finis sebagai runner-up Ballon d'Or 2025. Pengalaman itu memperkuat mentalnya menghadapi laga besar seperti ini.
Yamal menilai kehadiran banyak pemain binaan sendiri menjadi kekuatan tersendiri bagi Barcelona. "Kami tahu apa arti momen seperti ini. Kami akan memberikan yang terbaik sampai akhir," katanya.
sumber : Reuters

4 hours ago
1

















































