Warga melintas di depan Rumah Sakit Gandhi di Teheran, Iran, Senin (2/3/2026), yang rusak akibat serangan udara Israel.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Kerusakan yang terjadi akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran ditaksir mencapai 270 miliar dolar AS atau sekitar Rp 4.600 triliun. Angka yang masih merupakan hasil kalkulasi awal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani, Selasa (14/4/2026).
"Salah satu isu yang terus dikejar oleh tim perunding kami dan dalam dialog di Islamabad adalah tentang ganti rugi akibat perang," kata Mohajerani, dilaporkan kantor berita Tasnim.
Namun demikian, angka sekitar Rp 4.600 triliun tersebut masih belum final. Nilai kerugian bisa semakin besar jika penghitungan dilakukan lebih detail. "Kerusakan-kerusakan itu biasanya perlu diperiksa dalam beberapa lapis," ujar Mohajerani dikutip dari Anadolu.
Ketegangan di kawasan Teluk meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026. Selain menyebabkan ribuan jiwa tewas dan ribuan lainnya terluka, serangan AS-Israel juga membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei kehilangan nyawa.

4 hours ago
1

















































