AHY: Kekuasaan Bukan Milik Seseorang untuk Selamanya

2 weeks ago 37

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan bahwa kekuasaan memiliki batas waktu. Ia menilai kekuasaan merupakan amanah rakyat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY dalam pidatonya di HUT Demokrat ke-25. "Partai Demokrat pernah memimpin pemerintahan dan pernah berada di luar pemerintahan. Kita pernah menang dan pernah kalah," kata AHY, Sabtu (5/9/2026).

Menurut AHY, pengalaman tersebut memberikan pelajaran bahwa demokrasi harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun. AHY kemudian menyinggung pengalaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), termasuk pergantian kekuasaan setelah dua periode kepemimpinan.

"Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode," katanya.

AHY menegaskan kekuasaan tidak dapat dimiliki seseorang selamanya. "Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," katanya mengakhiri.

Perlakuan hukum yang sama 

Dalam kesempatan sama, AHY juga menegaskan bahwa seluruh warga negara harus mendapatkan perlakuan sama di hadapan hukum. Ia mengingatkan hukum tidak boleh dipengaruhi status seseorang maupun kedekatannya dengan kekuasaan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|