AMDATARA Siap Dorong Transformasi Industri AMDK

6 hours ago 3

Harianjogja.com, JAKARTA—Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) mendapat suntikan energi baru dengan berdirinya Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA). Asosiasi yang resmi terbentuk pada medio Desember 2025 ini menegaskan komitmennya untuk menjadi katalisator penguatan kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan sektor AMDK di Indonesia.

Ketua Umum Terpilih AMDATARA, Karyanto Wibowo, mengatakan asosiasi ini hadir sebagai respons atas kebutuhan pelaku industri untuk memiliki wadah resmi dalam menyatukan langkah menghadapi tantangan yang kian kompleks.

“Sebagai Ketua Umum, saya yakin AMDATARA akan menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK, dengan fokus pada kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Karyanto menambahkan AMDATARA siap menjadi rumah bagi industri AMDK yang berkualitas dan berdaya saing. Upaya tersebut meliputi penguatan kolaborasi antarpelaku usaha, kepatuhan regulasi, mendorong inovasi, serta memastikan kontribusi yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Peran Strategis AMDATARA

Ke depan, kata dia, AMDATARA akan berfungsi sebagai platform kolaborasi antaranggota, mitra advokasi kebijakan pemerintah, hingga penyedia edukasi publik tentang hidrasi sehat. Selain itu, asosiasi juga akan fokus pada pengelolaan sumber daya air, manajemen sampah kemasan, standardisasi kualitas melalui SNI dan sertifikasi, serta penguatan investasi.

AMDATARA turut menyiapkan langkah menuju transformasi industri 4.0, termasuk penerapan teknologi ramah lingkungan dan penguatan sinergi lintas sektor untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Asosiasi ini didukung puluhan anggota dari berbagai wilayah, mulai Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, hingga sejumlah daerah lainnya.

Disambut Positif Pemerintah

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyambut baik lahirnya AMDATARA. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, menyebut AMDATARA berpotensi memainkan peran strategis dalam menyinergikan pelaku industri dan kebijakan pemerintah.

“Saya berharap melalui kolaborasi yang konsisten, kita dapat mendorong transformasi menuju industri yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan industri AMDK memiliki efek ganda yang luas terhadap perekonomian nasional, mulai dari sektor transportasi, ritel, hingga industri penunjang lainnya. “Kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para pelaku usaha industri AMDK yang telah ikut berperan serta mengembangkan sektor industri minuman,” katanya.

Industri AMDK Terus Bertumbuh

Industri AMDK Indonesia menunjukkan ekspansi signifikan. Nilai pasar mencapai puluhan triliun rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan rata-rata 5–8 persen. Dari hanya satu pabrik pada 1973 dengan kapasitas 6 juta liter per tahun, kini terdapat 707 pabrik, lebih dari 2.000 merek, dan kapasitas produksi mencapai 47 miliar liter per tahun.

Sektor ini menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja langsung, serta berkontribusi pada ekspor produk makanan dan minuman. Selama lima tahun terakhir, tingkat utilisasi industri berada di atas 70 persen.

Permintaan AMDK terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, urbanisasi, perubahan gaya hidup, dan naiknya kesadaran masyarakat terhadap hidrasi sehat. Produk AMDK kini menjadi solusi utama hidrasi yang aman dan higienis, baik untuk air mineral, air mineral alami, maupun air demineral sesuai ketentuan BPOM.

Tantangan ke Depan

Meski tumbuh positif, industri AMDK juga menghadapi tantangan besar, seperti implementasi SNI wajib, isu publik terkait pengelolaan sumber air, regulasi migrasi BPA pada kemasan, hingga disharmonisasi regulasi antara pusat dan daerah. Tantangan lainnya meliputi pengelolaan sampah kemasan, penerapan Extended Producer Responsibility (EPR), pajak air, serta kompetisi pasar yang semakin ketat.

Industri dituntut melakukan adaptasi cepat melalui ekonomi sirkular, digitalisasi, serta pemenuhan sertifikasi halal agar tetap relevan dan berdaya saing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|