REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Kompetensi Pengemudi Perusahaan Angkutan Barang Umum (safety driving) di Politeknik Penerbangan Surabaya, Jawa Timur. Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Yusuf Nugroho mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah bersama pelaku usaha dalam menjamin keselamatan industri angkutan barang yang dinilai berperan penting dalam perekonomian nasional.
"Industri angkutan barang berperan penting dalam perekonomian, tetapi data dari Korlantas menunjukkan 10 persen kecelakaan di jalan melibatkan angkutan barang," ujar Yusuf dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Yusuf menyampaikan, kecelakaan dapat memengaruhi perekonomian nasional karena korbannya mayoritas berusia produktif, menyebabkan kerusakan material, dan memengaruhi pelayanan jasa angkutan. Dalam kegiatan yang diikuti 38 perusahaan angkutan barang, Kemenhub terus berupaya meningkatkan keselamatan industri angkutan logistik.
Yusuf mengatakan, faktor manusia memberikan kontribusi besar terhadap penyebab terjadinya kecelakaan. Karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kompetensi pengemudi angkutan barang, terutama kemampuan defensive driving pada keadaan darurat.
“Selain kemampuan pengemudi, perlu juga melakukan tata kelola keselamatan yang komprehensif dan terkoordinasi melalui Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum atau SMK-PAU. Jadi, selain pengemudi, edukasi pentingnya pelaksanaan SMK-PAU juga diberikan kepada level manajemen perusahaan,” ucap Yusuf.
Ia mengatakan, para pengemudi yang mengikuti bimtek ini mendapatkan sejumlah materi, yakni tata cara muat pengangkutan barang di jalan, keterampilan dan pemahaman pre-trip inspection. Kemudian, dalam bimtek juga diberikan materi klasifikasi dan identifikasi barang yang diangkut, kecakapan dan keterampilan mengemudi, defensive driving, hingga pemahaman peraturan dan regulasi yang berlaku.
“Peran dan dukungan manajemen perusahaan adalah hal yang tidak kalah penting. Harapannya, seluruh perusahaan angkutan barang dapat menerapkan standar operasional prosedur secara konsisten dan disesuaikan dengan regulasi pemerintah,” sambung Yusuf.
Oleh karena itu, lanjut Yusuf, melalui kegiatan ini diharapkan pihak manajemen perusahaan dapat mengatur jam kerja pengemudi sesuai aturan yang berlaku. Pengaturan jam kerja bagi pengemudi dinilai penting untuk mencegah kelelahan sehingga dapat menekan potensi terjadinya kecelakaan dan fatalitas.
Selain mendapatkan materi secara teoretis, para peserta bimtek juga melaksanakan sesi praktik safety driving dan sesi wawancara dalam rangka penilaian kompetensi safety driving. Yusuf pun berharap, dengan diadakannya bimtek safety driving yang berkelanjutan, pelayanan angkutan barang dapat berjalan lebih aman dan efisien.
“Melalui kegiatan ini, mari kita bekerja sama dan bersinergi mewujudkan pelayanan transportasi angkutan barang yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan," kata Yusuf.

3 hours ago
2















































