Mobil pikap operasional di salah satu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sudah siap beroperasi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim menyoroti rencana pemerintah merekrut 35 ribu manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Lowongan yang diumumkan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) itu merupakan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Rivqy menyebut, proses rekrutmen untuk menjadi pegawai BUMN itu harus dilakukan secara transparan dan berbasis merit system, yakni berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil. Politikus PKB itu menekankan, dalam proses seleksi tidak boleh ada praktik titipan atau intervensi dari pihak tertentu agar tidak menimbulkan protes.
Karena itu, merit system harus dikedepankan. "Rekrutmen harus benar-benar mengedepankan profesionalitas. Tidak boleh ada titipan orang dalam," kata Rivqy di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Menurut dia, posisi manajer Kopdes Merah Putih sangat strategis sehingga harus diisi oleh individu yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam mengelola koperasi. Rivqy mengingatkan, tanpa pemahaman dan pengalaman yang memadai, manajer akan kesulitan menjalankan operasional koperasi secara efektif.
"Manajer Kopdes harus paham tata kelola koperasi. Kalau tidak mengerti dan tidak punya pengalaman, akan sulit menjalankan koperasi dengan baik," ucap Rivqy.

4 hours ago
3















































