ANTARA meminta maaf atas laporan keliru tentang penangguhan penerbangan internasional.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – ANTARA News Agency mengeluarkan permintaan maaf resmi kepada pemerintah dan publik atas kesalahan berita yang berjudul "Government halts international flights amid Iran conflict" yang disiarkan pada Selasa (17 Maret) pukul 17:27 WIB.
Direktur Utama ANTARA News Agency, Benny Siga Butarbutar, menjelaskan bahwa investigasi internal menemukan bahwa laporan tersebut tidak sesuai dengan konteks asli atau kutipan yang diberikan. Berita tersebut mengandung ketidakakuratan data, penyajian fakta yang salah, dan gagal mengikuti prosedur standar verifikasi berita, sehingga menghasilkan informasi yang menyesatkan.
Butarbutar menjelaskan bahwa berita tersebut tidak memiliki fakta yang dilaporkan. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat itu menanggapi pertanyaan wartawan terkait isu pengerahan pasukan TNI di Gaza sebagai bagian dari perannya di Dewan Perdamaian (BoP), namun berita tersebut sama sekali tidak terkait dengan konteks wawancara.
ANTARA telah mengambil tindakan perbaikan, termasuk menghapus berita yang salah, mengeluarkan permintaan maaf resmi, dan memberikan sanksi ketat kepada jurnalis yang terlibat.
Butarbutar menekankan bahwa insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi ANTARA untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan sebagai kesempatan untuk evaluasi serta perbaikan redaksional. "Kami mengeluarkan klarifikasi ini sebagai bentuk transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab profesional kami sebagai jurnalis ANTARA News Agency kepada publik," ujarnya.
"Sekali lagi, kami dengan tulus meminta maaf dan berterima kasih kepada Menteri, publik, dan semua pemangku informasi lainnya atas perhatiannya," tambahnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
2
















































