Antisipasi Virus Nipah, Bandara Ngurah Rai Perketat Pintu Masuk Bali

2 hours ago 1

Antisipasi Virus Nipah, Bandara Ngurah Rai Perketat Pintu Masuk Bali Bakteri dan virus. - Ilustrasi - Freepik

Harianjogja.com, DENPASAR—Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, memperketat pengawasan kesehatan penumpang sebagai langkah antisipatif mencegah potensi masuk dan penularan Virus Nipah melalui jalur penerbangan internasional maupun domestik. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus Virus Nipah di sejumlah negara.

Penguatan pengawasan dilakukan di seluruh area kedatangan bandara dengan melibatkan seluruh personel operasional. Manajemen bandara menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dan kesehatan publik di tengah tingginya mobilitas penumpang yang keluar masuk Pulau Bali.

“Seluruh personel di lingkungan bandara berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh dalam pencegahan penularan Virus Nipah di area kedatangan bandara,” kata Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Rabu.

Menurut Gede Eka, peningkatan pengawasan tersebut dilakukan sebagai respons atas perkembangan situasi global terkait melonjaknya kasus penularan Virus Nipah di luar negeri. Bandara sebagai pintu masuk utama wisatawan dinilai perlu meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

“Kami secara intensif juga melakukan koordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Denpasar dalam hal pengawasan di lingkungan bandara,” ujarnya.

Selain memperkuat koordinasi lintas instansi, pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai juga mengoptimalkan penggunaan perangkat pemantau suhu tubuh atau thermal scanner guna mendeteksi dini penumpang yang berpotensi membawa virus.

Saat ini tersedia dua unit thermal scanner di terminal kedatangan internasional, satu unit di terminal kedatangan domestik, serta satu unit tambahan yang disiagakan di terminal VIP. Seluruh perangkat tersebut dioperasikan secara berkelanjutan selama jam operasional bandara.

“Jika ditemukan penumpang yang menunjukkan gejala, maka akan ditindaklanjuti pihak BBKK dengan merujuk penumpang tersebut ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah, Denpasar,” kata Gede Eka.

Manajemen bandara juga mengimbau seluruh penumpang yang akan bepergian dari dan menuju Bali agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan serta aktif memantau perkembangan informasi terkini terkait Virus Nipah demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

“Adapun bagi penumpang yang merasa kondisi kesehatannya menurun dan terdapat gejala awal Virus Nipah seperti demam, kami imbau untuk segera menghubungi petugas bandara terdekat atau petugas BBKK di bandara,” katanya.

Di tengah peningkatan kewaspadaan tersebut, pergerakan penumpang internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai dalam sepekan terakhir tercatat cukup tinggi, dengan rata-rata mencapai 35.358 penumpang per hari yang keluar dan masuk melalui bandara di Bali Selatan tersebut.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama sejumlah lembaga kesehatan internasional menyatakan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menyerang paru-paru dan otak manusia. Gejala awal yang umum muncul meliputi demam, sakit kepala, rasa kantuk, kebingungan, hingga koma, dengan tingkat kematian dilaporkan melampaui 40 persen pada pasien yang terinfeksi.

Virus Nipah diketahui terutama ditularkan oleh kelelawar buah atau kalong. Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui konsumsi buah atau produk makanan yang telah terkontaminasi air liur hewan yang terinfeksi, sehingga kewaspadaan terhadap sumber pangan juga menjadi bagian penting dalam pencegahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|