REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA, – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat Australia menjadi negara tujuan utama ekspor Papua pada Juli 2026. Nilai ekspor ke Negeri Kanguru tersebut mencapai 2.610,88 ribu dolar AS, menyumbang porsi dominan sebesar 68,39 persen dari total ekspor bulan itu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Papua, Akhmad Jaelani, di Jayapura, Selasa, mengungkapkan bahwa posisi kedua ditempati oleh Papua Nugini dengan nilai ekspor 458,23 ribu dolar AS atau berkontribusi 12 persen. Di peringkat ketiga, Selandia Baru mencatatkan nilai ekspor sebesar 392,71 ribu dolar AS, setara dengan 10,29 persen dari total ekspor.
"Total ekspor ke tiga negara ini mendominasi sebagian besar pasar luar negeri produk Papua," ujar Akhmad.
Kinerja Ekspor Juli 2026
Secara keseluruhan, nilai ekspor Papua pada Juli 2026 tercatat sebesar 3.817,42 ribu dolar AS. Capaian ini menunjukkan penurunan signifikan hingga 45,80 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan sebelumnya, Juni 2026, yang mencapai 7.042,63 ribu dolar AS.
Akhmad menjelaskan, jika dilihat berdasarkan jenis komoditasnya, ekspor Papua pada bulan Juli masih sangat didominasi oleh produk nonmigas. Kontribusi sektor nonmigas mencapai 99,87 persen dari total ekspor, sementara sektor migas hanya menyumbang porsi sangat kecil, yakni 0,13 persen.
Rincian Komoditas Ekspor
Lebih rinci, ekspor nonmigas Papua pada Juli 2026 terdiri dari golongan kayu dan barang dari kayu (HS44) yang menjadi primadona dengan nilai fantastis sebesar 3.359,13 ribu dolar AS. Sementara itu, komoditas nonmigas lainnya tercatat senilai 453,38 ribu dolar AS. Di sisi lain, nilai ekspor untuk komoditas migas hanya tercatat sebesar 4,91 ribu dolar AS.
Akhmad menambahkan, secara akumulatif sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, Provinsi Papua telah membukukan total nilai ekspor sebesar 35.796,33 ribu dolar AS.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 weeks ago
77
















































