Beberapa Kepala Daerah Ditangkap KPK, Mendagri Tito Sebut Ada Kemungkinan terkait Pilkada Langsung

2 hours ago 1

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai, penyebab banyaknya kepala daerah yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus korupsi salah satunya karena permasalahan rekrutmen yang selama ini diterapkan. Dia menjelaskan, selama ini kepala daerah dipilih dengan sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung oleh rakyat. Artinya, kata dia, terdapat permasalahan yang sistematis terkait pilkada langsung.

"Mungkin ada hubungannya dengan kaitan dengan mekanisme rekrutmen pilkada langsung yang ternyata tidak menjamin ada pemimpin yang menghasilkan pemimpin yang bagus? Ada pemimpin yang bagus, ada juga yang begini (terkena OTT)," kata Tito usai menghadiri rapat bersama DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (13/6/2026).

Dia pun tak menampik mekanisme pilkada secara langsung memiliki dampak yang positif, tetapi ada juga dampak negatifnya. Dengan fakta bahwa biaya politik yang mahal, maka tidak menjamin kepala daerah yang terpilih adalah orang-orang yang baik. Menurut dia, fenomena banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi itu mengalami permasalahan soal kesejahteraan, moral, hingga integritas.

Meskipun kasus yang terbaru adalah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang terkena kasus korupsi pemerasan terhadap pejabat, menurut dia, permasalahannya bukan hanya soal kasus per kasus. Sebab, kata dia, fenomena kepala daerah yang ditangkap karena kasus korupsi itu beberapa kali terjadi dalam waktu singkat.

"Ada problema dasar. Mungkin salah satunya adalah salah mekanisme rekrutmen yang selama ini yang digunakan mereka semua kan adalah hasil dari pemilihan langsung," katanya.

OTT kesepuluh

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|