Belajar dari Kisah Iblis dan Nabi Adam: Kesalahan yang Sama dengan Sikap Berbeda

8 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Namun, Alquran dan para ulama mengajarkan bahwa yang menentukan keselamatan seseorang bukanlah besar-kecilnya dosa, melainkan sikap hati setelah terjatuh dalam kesalahan. Kisah Nabi Adam dan iblis menjadi cermin paling jelas tentang perbedaan tersebut.

Syekh Muhammad Nawawi al-Banteni dalam kitab Nashaihul Ibad menguraikan perbedaan mendasar antara iblis dan Nabi Adam Alaihissalam ketika keduanya melakukan kesalahan. Perbedaan itu bukan pada dosanya, melainkan pada cara menyikapi dosa tersebut.

Syekh Nawawi al-Banteni mengutip perkataan Muhammad bin Dauri Rahimahullah terkait perbedaan sikap iblis dan Nabi Adam saat berbuat dosa. 

"Iblis celaka karena lima perkara, yaitu tidak mengakui dosa, tidak bersedih, tidak mencela dirinya sendiri, tidak bertekad berniat tobat, dan putus asa dari rahmat Allah. Sedang yang membuat (Nabi) Adam merasa bahagia juga lima perkara, yaitu mengakui dosa, menyesali dosanya, menyalahkan dirinya sendiri, segera bertobat, dan tidak pernah putus asa dari rahmat Allah." (Syekh Nawawi al-Banteni, Nashaihul Ibad).

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|