Belanja Ramadhan Lebih Hemat: Pemprov DKI Obral Insentif Pajak Demi Banjir Diskon di Jakarta

1 month ago 20

Ilustrasi belanja mendekati Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki bulan suci Ramadhan, gairah berbelanja masyarakat biasanya meningkat drastis untuk memenuhi kebutuhan lebaran. Menangkap momentum ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menghidupkan strategi "Lomba Diskon" yang mewajibkan pusat perbelanjaan memberikan diskon besar-besaran kepada warga Jakarta agar harga kebutuhan menjadi lebih murah dan terjangkau.

Program ini bukan sekadar ajang potongan harga biasa, melainkan kolaborasi strategis antara pemerintah dan pelaku usaha. Bagi mal atau ritel yang berani memberikan diskon paling menarik mulai tanggal 18 Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemprov DKI telah menyiapkan "hadiah" berupa insentif pajak khusus sebagai kompensasi atas partisipasi mereka dalam menjaga daya beli masyarakat.

Manfaat insentif pajak ini sangat krusial karena berfungsi sebagai stimulus fiskal yang meringankan beban operasional pengusaha, sehingga mereka memiliki ruang finansial untuk menurunkan harga jual produk tanpa merugikan margin keuntungan perusahaan. Secara makro, kebijakan ini mempercepat perputaran uang di masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi daerah, dan pada akhirnya meningkatkan total penerimaan pajak daerah melalui volume transaksi yang lebih tinggi meskipun tarif pajaknya direduksi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, optimis kebijakan ini akan melampaui rekor transaksi Natal tahun lalu yang mencapai Rp15,2 triliun. "Kami ingin belanja di Jakarta menjadi lebih murah. Saya sudah meminta Kepala Bapenda untuk mengatur agar insentif pada festival kali ini lebih menarik dibanding sebelumnya," tegas Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Selain mendorong daya beli, festival ini juga menjadi strategi Pemprov DKI untuk memastikan target APBD sektor pajak daerah tercapai secara maksimal.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|