Sinkronisasi data lintas kementerian dilakukan demi hilangkan penerima manfaat ganda.
Rep: Bayu Adji Prihammanda,M. Nursyamsyi,Bayu Adji Prihammanda,M. Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Pelajar menyantap hidangan makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Pejaten Barat 01, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp101,1 triliun hingga akhir triwulan II 2026 dengan menjangkau sebanyak 63,13 juta penerima manfaat. Menurutnya, pelaksanaan program MBG menjadi salah satu faktor peningkatan belanja pemerintah pusat pada semester tahun ini. Sementara berdasarkan hasil putusan Mahkamah Konstitusi, mewajibkan anggaran program MBG dipisahkan dari anggaran pendidikan paling lambat pada APBN 2028.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap adanya data yang tidak akurat pada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikannya usai rapat koordinasi terbatas (rakortas) tingkat menteri terkait penyelenggaraan program MBG di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
"Kalau nggak sekitar enam juta, kita sisir itu," ujar Sudaryono.
Sudaryono menyebut banyak kasus dobel data terjadi dalam program MBG. Ia mencontohkan siswa SMP/MTs yang terdata sebagai penerima manfaat di dua instansi berbeda, yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sudaryono mengatakan rakortas tersebut menjadi solusi untuk menyinkronkan data penerima manfaat MBG dari berbagai instansi terkait.
"Kita saling ngobrol sehingga betul-betul tidak ada dobel identitas. Jangan sampai ada yang dobel," ucapnya.
Selain membenahi data penerima manfaat MBG, Sudaryono mengatakan BGN juga siap mengoperasikan 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi. Ia menyebut SPPG tersebut juga akan menyasar kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Dari data overlay (pemadanan) tadi ada sekitar 1.700 data atau dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali," kata Sudaryono.

2 hours ago
5















































