REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH — Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) menggelar Roadshow Trauma Healing bagi para penyintas bencana alam di wilayah Sumatera.
Kegiatan ini merupakan tahap kelima dari rangkaian aksi kemanusiaan BKPRMI Peduli, dengan fokus pada pemulihan mental dan psikologis (recovery mentality) masyarakat terdampak bencana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Training of Trainer (TOT) Dasar Trauma Healing yang dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Ahad (11/1/2026).
Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari kader dan pengurus BKPRMI serta guru-guru ngaji Al-Qur’an LPPTKA BKPRMI mengikuti pelatihan tersebut. TOT bertujuan untuk menyiapkan fasilitator trauma healing berbasis komunitas dan masjid yang selanjutnya akan diterjunkan langsung ke wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Ketua Umum DPP BKPRMI Nanang Mubarok menegaskan, penanganan bencana tidak cukup hanya dengan bantuan fisik dan logistik, tetapi juga harus menyentuh aspek mental dan spiritual para penyintas.
“Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka batin dan trauma yang mendalam. Karena itu, trauma healing menjadi kebutuhan mendesak agar para penyintas, khususnya anak-anak dan keluarga, bisa kembali bangkit secara mental, emosional, dan spiritual,” ujar Nanang Mubarok di Banda Aceh lewat keterangan tertulis.

1 month ago
22















































