Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte dilaporkan telah menyampaikan pesan kepada pemerintah negara-negara Eropa bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuntut komitmen nyata dari para anggota pakta pertahanan itu. Dalam hitungan hari, mereka diminta bersikap soal akankah membantu AS mengamankan Selat Hormuz, yang kini dikuasai Iran.
Hal ini terjadi di tengah ancaman aliansi tersebut bakal menghadapi "penarikan diri" AS secara sepihak mengutip laporan Reuters pada Kamis. Rutte, yang dikenal di Eropa sebagai sosok yang mampu melobi Trump, tengah berupaya meredakan krisis setelah Trump menyatakan sedang "mempertimbangkan untuk menarik diri" dari aliansi transatlantik beranggotakan 32 negara tersebut.
Trump berargumen bahwa sekutu Eropa selama ini hanya mengandalkan jaminan keamanan AS. Namun memberikan dukungan yang tidak memadai bagi kampanye pengeboman AS-Israel di Iran.
Tiga orang diplomat mengatakan bahwa Rutte, yang telah bertemu dengan Presiden AS di Gedung Putih pada Rabu waktu AS, telah menyampaikan tuntutan Trump tersebut kepada negara-negara Eropa. Anggota aliansi diminta bergerak nyata.
"Kini para pemimpin Eropa berada di bawah tekanan besar untuk menunjukkan rencana nyata secara cepat guna membantu mengamankan Selat Hormuz, yang merupakan titik transit minyak vital yang telah diblokade oleh Iran selama konflik berlangsung," muat Reuters, Jumat (10/4/2026).
Berbicara di Washington sehari setelah bertemu Trump, Rutte mengatakan bahwa beberapa anggota aliansi awalnya agak lambat dalam memberikan bantuan kepada AS di Iran dan merasa sedikit terkejut. Namun sekarang sudah ada dukungan dalam jumlah besar termasuk pangkalan dan logistik.
"Hampir tanpa pengecualian, para sekutu melakukan semua yang diminta Amerika Serikat. Mereka telah mendengar dan menanggapi permintaan Presiden Trump," kata Rutte dalam pidatonya yang dipandu oleh Ronald Reagan Institute.
Sebenarnya, sejumlah sekutu Eropa menyatakan kesediaan mereka untuk membantu di Selat Hormuz. Tetapi hanya jika sudah ada penghentian permusuhan yang tahan lama dan kesepakatan dengan Iran bahwa kapal-kapal mereka tidak akan diserang.
Juru bicara NATO Allison Hart pada hari Kamis ikut memberikan pernyataan terkait hasil diskusi pimpinannya di AS. Dikatakannya bahwa jelas AS mengharapkan komitmen.
"Sekretaris Jenderal sedang menjalin kontak dengan para sekutu mengenai diskusinya di Washington. Jelas bahwa Amerika Serikat mengharapkan komitmen dan tindakan nyata untuk memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz," ujar Hart.
"NATO Tak Butuh Kita Lagi"
Trump sendiri sebelumnya mengunggah pernyataan melalui akun Truth Social miliknya setelah bertemu Rutte pada hari Rabu dengan menggunakan huruf kapital. Ia menuliskan sebuah kritikan pedas terhadap peran aliansi selama ini.
"NATO tidak ada di sana saat kita membutuhkan mereka, dan mereka tidak akan ada di sana jika kita membutuhkan mereka lagi," tulis Trump.
Seorang pejabat senior Eropa mengatakan bahwa saat ini komunitas NATO merasa lebih khawatir daripada merasa percaya diri atas situasi yang berkembang. Pertemuan antara Rutte dan Trump dianggap belum memberikan ketenangan bagi negara-negara anggota lainnya.
"Komunitas NATO lebih merasa khawatir saat ini daripada percaya diri. Pertemuan tersebut tidak menghilangkan kekhawatiran yang ada," kata pejabat tersebut.
(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]
















































