FOTO
Muhammad Sabki, CNBC Indonesia
10 April 2026 13:27
Seorang warga tertidur dengan latar Kereta api melintas di dekat tempat tinggal yang berada di bantaran rel, kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pemerintah Indonesia saat ini tengah melakukan penataan kawasan bantaran rel di wilayah tersebut dengan menyiapkan hunian yang lebih layak bagi warga terdampak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Langkah ini dipercepat setelah kunjungan spontan Presiden Prabowo Subianto pada akhir Maret 2026 yang menyoroti langsung kondisi warga di lapangan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Ia mengaku telah tinggal di lokasi tersebut sejak berusia tujuh tahun. “Dari umur 7 tahun saya tinggal di sini, sekarang sudah sampai punya cucu,” ujar Seger kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Suasana tempat tinggal yang berada di bantaran rel, kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
“Dari umur 7 tahun saya tinggal di sini, sekarang sudah sampai punya cucu,” ujar Seger kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Kehidupan di bantaran rel juga diwarnai risiko tinggi. Warga harus hidup berdampingan dengan lalu lalang kereta api setiap hari, dengan ancaman kecelakaan yang terus mengintai, terutama bagi anak-anak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
“Kita selalu pantau anak-anak kecil kalau nyebrang, karena sering ada yang celaka tertabrak kereta tanpa kelihatan,” tambahnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan pemerintah telah menyiapkan lebih dari 324 unit rumah untuk warga bantaran rel di Pasar Senen. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

















































