BPOM Dapat Pengakuan WHO, Apa Untungnya Bagi Industri Kesehatan?

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia mendapatkan pengakuan dari badan kesehatan dunia, dan mendapatkan WHO Listed Authority (WLA) untuk regulasi produk medis, khususnya vaksin. Hal ini diumumkan akhir tahun lalu dan menempatkan BPOM sejajar dengan otoritas regulator global terkemuka.

Pengakuan ini memiliki arti penting, karena Indonesia menjadi negara berkembang pertama yang sistem regulasinya diakui memenuhi standar internasional tertinggi. Status WLA diperoleh melalui evaluasi ketat berbasis sains sejak 2023-2025 dan menegaskan kapasitas BPOM dalam menjamin keamanan, mutu, dan khasiat obat serta vaksin.

Capaian ini berdampak strategis bagi Indonesia, mulai dari penguatan industri farmasi nasional, peningkatan ekspor, ketahanan rantai pasok kesehatan, hingga peningkatan reputasi Indonesia dalam diplomasi kesehatan global.

Lalu dengan pengakuan baru ini, bagaimana posisi BPOM Indonesia sebagai otoritas regulasi obat dan makanan yang kredibel, berstandar global, dan sejajar dengan regulator terkemuka dunia? Apakah pengakuan ini bisa meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan nasional di industri farmasi, investor, dan mitra global-terhadap sistem pengawasan obat dan vaksin di Indonesia?

Bagaimana status ini bisa mendukung penguatan industri kesehatan, farmasi dan vaksin nasional dengan mendorong peningkatan produksi dalam negeri, perluasan akses pasar global, serta percepatan ekspor pengakuan WHO yang berbasis sains, transparan, dan andal?

Untuk mengupas tuntas dampak dari pengakuan WHO, CNBC Indonesia menggelar Health Forum dengan tema"BPOM Raih Status WLA, Apa Untungnya Bagi Pelaku Usaha?". Forum ini akan diselenggarakan Jumat, 27 Februari 2026, pukul 15.00-17.00 WIB.

Health Forum menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai pemangku kepentingan. Antara lain Taruna Ikrar - Kepala BPOM, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Prekursor dan Zat Adiktif - William Adi Teja, Direktur Utama Bio Farma - Shadiq Akasya, dan CEO Biotis Pharmaceuticals - FX Sudirman.

Para narasumber akan membahas status baru BPOM dan dampaknya pada Indonesia dan juga industri kesehatan. Acara ini akan live di CNBC Indonesia dan streaming di CNBCIndonesia.com.

Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.

(rah/rah)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|