Bukan HP Biasa! OpenAI Kembangkan Ponsel Agen AI Tanpa Aplikasi

2 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA—Pengembangan ponsel tanpa aplikasi mulai menjadi perhatian industri teknologi. Konsep ini memungkinkan pengguna menjalankan berbagai aktivitas digital hanya dengan perintah sederhana melalui agen kecerdasan buatan (AI), tanpa harus membuka banyak aplikasi seperti saat ini.

Perusahaan teknologi OpenAI dikabarkan tengah menjajaki pengembangan perangkat tersebut. Ponsel ini dirancang untuk mengandalkan sistem agen AI yang mampu memahami kebutuhan pengguna dan langsung mengeksekusi berbagai tugas secara otomatis.

Dengan konsep ini, pengguna tidak perlu lagi berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Misalnya, untuk mengatur jadwal, membalas pesan, hingga memesan layanan transportasi, cukup dengan satu perintah, sistem akan memproses semuanya secara terintegrasi.

Informasi ini mengemuka dari laporan analis Ming-Chi Kuo yang dikutip dari Gizmochina pada Jumat (1/5/2026). Ia menyebut bahwa ponsel berbasis agen AI ini akan menjadi lompatan besar dalam evolusi perangkat pintar.

Menurut Kuo, pendekatan ini berpotensi menggeser model ekosistem aplikasi yang telah mendominasi ponsel pintar selama lebih dari satu dekade. Pengguna tidak lagi bergantung pada ikon aplikasi, melainkan pada interaksi langsung dengan sistem AI.

Upaya serupa sebelumnya pernah dilakukan melalui perangkat seperti Rabbit R1, namun dalam skala yang lebih terbatas. Proyek terbaru ini dinilai jauh lebih ambisius karena langsung diintegrasikan ke dalam ponsel pintar sebagai sistem utama.

Untuk mendukung performa, OpenAI disebut berpotensi menggandeng perusahaan semikonduktor seperti MediaTek dan Qualcomm dalam pengembangan chip khusus AI. Kolaborasi ini bertujuan memastikan perangkat mampu menjalankan tugas kompleks dengan efisien.

Sementara itu, proses produksi kemungkinan akan melibatkan Luxshare yang dikenal memiliki pengalaman dalam manufaktur perangkat elektronik skala besar.

Meski demikian, kehadiran ponsel tanpa aplikasi ini belum akan terjadi dalam waktu dekat. Kuo memperkirakan spesifikasi dan rantai pasok baru akan dirampungkan pada akhir 2026 atau awal 2027. Produksi massal diprediksi dimulai pada 2028.

Bagi masyarakat, teknologi ini berpotensi mengubah cara berinteraksi dengan perangkat digital, dari yang semula berbasis aplikasi menjadi berbasis perintah langsung. Jika terwujud, perubahan ini tidak hanya memengaruhi kebiasaan pengguna, tetapi juga model bisnis industri aplikasi secara global.

Dengan perkembangan tersebut, ponsel berbasis agen AI menjadi salah satu inovasi yang patut dipantau dalam beberapa tahun ke depan, terutama bagi pengguna yang menginginkan kemudahan dan efisiensi dalam aktivitas digital sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|