Foto ilustrasi Motogp. / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Mulai musim 2027, MotoGP akan kehilangan salah satu momen paling dinanti penggemar setelah Dorna Sports resmi menghapus kuota wildcard untuk seluruh pabrikan. Kebijakan ini berlaku bersamaan dengan era baru mesin 850cc yang akan mengubah lanskap kompetisi.
Keputusan ini membuat pebalap tes tidak lagi memiliki kesempatan tampil di balapan resmi, kecuali jika turun sebagai pengganti pembalap utama yang cedera. Dampaknya, kejutan-kejutan seperti podium sprint yang pernah diraih Dani Pedrosa di Jerez 2024 berpotensi tidak akan terulang.
Dilansir dari Crash.net, Jumat (1/5/2026), sejumlah nama besar terdampak langsung oleh aturan ini, di antaranya Aleix Espargaro, Andrea Dovizioso, Pol Espargaro, Takaaki Nakagami, hingga Michele Pirro. Mereka sebelumnya kerap tampil sebagai wildcard dan memberi warna berbeda dalam balapan.
Selama ini, wildcard menjadi jalur penting bagi pebalap tes untuk kembali menunjukkan performa di hadapan publik dan tim. Bahkan beberapa pebalap seperti Augusto Fernandez dan Lorenzo Savadori sempat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuktikan kapasitas mereka di lintasan.
Selain berdampak pada karier pebalap, penghapusan wildcard juga memengaruhi pengembangan teknis motor. Pabrikan kehilangan kesempatan menguji komponen baru dalam kondisi balapan sesungguhnya yang penuh tekanan. Padahal, data dari balapan resmi selama ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim.
Memasuki regulasi baru, seluruh pabrikan akan memulai dari status konsesi B yang nantinya dievaluasi pada pertengahan musim. Komisi Grand Prix juga menegaskan bahwa tidak ada penggunaan motor spesifikasi 850cc dalam sisa wildcard sebelum aturan baru berlaku.
Di sisi lain, aturan teknis lain seperti pemantauan tekanan ban tetap dipertahankan. Sistem pengawasan secara real-time akan tetap digunakan pada era ban baru, memastikan standar keselamatan dan performa tetap terjaga.
Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam MotoGP, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga pengalaman penonton. Tanpa wildcard, peluang munculnya kejutan dari pebalap non-reguler semakin kecil, sehingga balapan diprediksi akan lebih terfokus pada persaingan antar pembalap utama.
Dengan perubahan ini, penggemar kini harus bersiap menghadapi wajah baru MotoGP yang lebih ketat, namun sekaligus kehilangan salah satu elemen kejutan yang selama ini menjadi daya tarik tersendiri di setiap seri balapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































