REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG – Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung telah menyalurkan bantuan pangan kepada 1.260.686 penerima manfaat di seluruh Provinsi Lampung. Penyaluran ini dilakukan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 serta Hari Raya Nyepi.
“Di tingkat provinsi, jumlah penerima bantuan pangan di Lampung mencapai 1.260.686 orang dan seluruhnya telah tersalurkan,” ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, di Bandarlampung, Kamis (19/3/2026).
Menurut Rindo, penyaluran telah dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota di Lampung. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia guna mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.
Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026, berupa 20 kilogram beras serta 4 liter minyak goreng. “Ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, terutama di tengah meningkatnya permintaan bahan pokok,” tambahnya.
Secara nasional, program bantuan pangan ini mengalami peningkatan baik dari jumlah penerima maupun cakupan wilayah, mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas jaring pengaman sosial bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Sementara itu, di wilayah lain, Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melaporkan bahwa stok pangan secara umum aman menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah/2026. Namun, dua komoditas masuk kategori “zona merah”, yaitu daging ayam broiler dan cabai rawit.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Sudirman, mengatakan di Mataram, Kamis, bahwa stok beras, daging sapi, minyak goreng, gula, serta bumbu-bumbuan relatif aman dan mencukupi. Sebaliknya, harga ayam broiler melonjak hingga Rp50.000 per kilogram dari kisaran normal Rp35.000–Rp40.000 per kilogram. Harga cabai rawit pun meroket menjadi Rp130.000 per kilogram, naik signifikan dari Rp70.000 per kilogram pada 13 Maret 2026.
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat menjelang Lebaran serta penurunan stok lokal untuk kedua komoditas itu. Untuk mengendalikan situasi, Dinas Ketahanan Pangan bersama Satuan Tugas Pangan setempat melakukan pengawasan harian yang ketat, meningkatkan koordinasi lintas sektor, dan memastikan rantai distribusi tidak dimanfaatkan untuk keuntungan berlebihan.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan agar tidak memicu kepanikan,” pesan Sudirman.
Di Papua, Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat meluncurkan penyaluran bantuan pangan periode Februari–Maret 2026 di Kelurahan Trikora, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Kepala Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat, Ahmad Mustari, menyatakan bahwa peluncuran dilakukan serentak secara nasional, dengan tahap awal di wilayah tersebut.
sumber : Antara

5 hours ago
1
















































