Biji chia. / Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Biji chia yang dikenal sebagai superfood ternyata bisa memicu gangguan pencernaan jika dikonsumsi dengan cara yang salah. Ahli gizi mengingatkan, kebiasaan sederhana seperti langsung memakan chia dalam kondisi kering berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Peringatan ini disampaikan ahli gizi asal India, Gauri Anand yang menekankan pentingnya cara konsumsi yang tepat. Ia menjelaskan, biji chia harus selalu direndam atau dikombinasikan dengan cairan sebelum dikonsumsi agar tidak menimbulkan efek samping.
Menurutnya, biji chia memiliki kemampuan menyerap cairan dalam jumlah besar. Jika dikonsumsi tanpa direndam, biji ini dapat mengembang di dalam tenggorokan atau perut.
"Jika dikonsumsi tanpa direndam atau diberi cairan yang cukup, biji chia akan menyerap kelembapan di dalam tubuh dan dapat mengembang di tenggorokan atau perut, yang menyebabkan risiko tersedak atau ketidaknyamanan," jelasnya, seperti dikutip dari Hindustan Times, Selasa (31/3/2026).
Selain risiko tersedak, konsumsi biji chia kering juga dapat memicu gangguan pencernaan. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Foods pada 2020 menunjukkan bahwa chia kering dapat menyebabkan kembung, sembelit, hingga kram perut.
Risiko yang Sering Tidak Disadari
Konsumsi biji chia tanpa persiapan yang tepat tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat berdampak lebih serius pada sistem pencernaan.
Lonjakan serat secara tiba-tiba bisa membuat tubuh kesulitan beradaptasi, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat.
Cara Aman Konsumsi Biji Chia
Untuk menghindari dampak tersebut, biji chia sebaiknya direndam terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Rasio yang dianjurkan adalah satu sendok makan biji chia dengan setengah hingga satu cangkir cairan. Biji chia perlu direndam minimal dua sampai tiga jam, atau lebih optimal jika didiamkan semalaman.
Selain direndam, chia juga bisa dicampurkan ke dalam makanan yang sudah mengandung cairan seperti smoothie, yoghurt, oatmeal, atau sup. Dalam kondisi ini, perendaman terpisah tidak diperlukan.
Meski kaya nutrisi seperti serat, protein, asam lemak omega-3, dan antioksidan, konsumsi biji chia tetap harus dibatasi. Mengonsumsi lebih dari 30 gram atau sekitar dua sendok makan sekaligus justru berisiko memicu sembelit, gas, hingga sakit perut.
Bagi yang baru mencoba pola makan tinggi serat, disarankan untuk memulai dari porsi kecil, misalnya satu sendok teh, agar tubuh dapat beradaptasi.
Waktu dan Batas Aman Konsumsi
Asupan cairan juga perlu diperhatikan. Karena sifatnya menyerap air, konsumsi chia harus diimbangi dengan minum air yang cukup agar tidak mengganggu saluran pencernaan.
"Agar tetap aman, biji chia harus selalu direndam dalam air atau ditambahkan ke makanan cair seperti smoothie, yoghurt, atau oat dan direndam semalaman, dan diimbangi dengan asupan air harian yang cukup," ujar Gauri.
Waktu konsumsi juga berpengaruh. Biji chia lebih dianjurkan dikonsumsi saat sarapan atau sebagai camilan di siang hari.
Mengonsumsinya menjelang tidur justru dapat menimbulkan masalah, seperti perut terasa berat, muncul gas, hingga meningkatkan frekuensi buang air kecil pada malam hari.
Tidak Cocok untuk Semua Orang
Di sisi lain, tidak semua orang cocok mengonsumsi biji chia. Gauri mengingatkan bahwa chia memiliki sifat pengencer darah alami, sehingga berisiko bagi mereka yang sedang mengonsumsi obat antikoagulan atau obat tekanan darah.
Selain itu, pada penderita gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar atau kesulitan menelan, konsumsi chia bisa memperparah kondisi karena kandungan seratnya tinggi dan sifatnya mudah mengembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Hindustan Times


















































