Layar digital menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan keterlibatan dalam demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan keterlibatan dalam demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, Danantara belum mengungkapkan besaran dana maupun porsi kepemilikan yang akan diambil.
Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keterlibatan Danantara nantinya dilakukan melalui Danantara Investment Management (DIM).
“Ini lagi berkomunikasi, memberi arahan untuk DIM untuk melaksanakan investasi untuk demutualisasi,” ujar Pandu saat ditemui usai peluncuran ETF emas sekaligus HUT Pasar Modal Indonesia ke-49 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (10/8/2026).
Pandu mengatakan proses demutualisasi BEI diharapkan dapat rampung dalam beberapa bulan ke depan. Namun, dia belum memberikan rincian mengenai besaran investasi maupun porsi kepemilikan Danantara di BEI.
“Kami berharap dalam beberapa bulan ke depan bisa rampung. Nanti detailnya bakal kita share ke semua, sebentar lagi,” katanya.
Keterlibatan Danantara dalam demutualisasi BEI merupakan bagian dari perubahan struktur kepemilikan bursa yang diamanatkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan OJK bersama pemangku kepentingan terkait tengah menyusun rancangan peraturan OJK (POJK) mengenai demutualisasi BEI. Aturan tersebut akan mengatur perubahan struktur kepemilikan dan tata kelola bursa.

2 hours ago
3















































