Dari PNS ke Petani Sukses, Rahasia Tono Suwarna Panen Bawang Merah Melimpah

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Siapa sangka, keputusan meninggalkan zona nyaman sebagai pegawai negeri sipil (PNS) justru menjadi titik balik kehidupan Tono Suwarna. Pria asal Cimaung ini kini dikenal sebagai petani bawang merah yang berhasil menata ulang jalan hidupnya. Bukan semata soal kerja keras, melainkan keberanian untuk percaya pada sesuatu yang belum banyak dicoba: inovasi budidaya bawang merah dari biji, atau True Shallot Seed (TSS).

Di tengah fluktuasi harga dan ketidakpastian produksi yang kerap menghantui petani, Tono memilih jalan yang berbeda. Ia meninggalkan cara lama, menanam dari umbi, yang selama ini dianggap paling aman, dan beralih ke teknologi TSS yang masih terasa asing bagi sebagian orang. Keputusan itu tidak lahir tanpa keraguan, tetapi justru dari keyakinan bahwa perubahan adalah bagian dari ikhtiar.

“Awalnya banyak yang bilang saya nekat. Tapi saya percaya, kalau mau maju, harus berani mencoba hal baru,” ujar Tono, sembari memandang hamparan lahannya yang kini tumbuh rapi dan seragam.

Kepercayaan itu perlahan berbuah nyata. Dengan TSS, ia mampu menghasilkan hingga belasan ton per hektare, dengan kualitas umbi yang lebih seragam dan sehat. Tak hanya itu, biaya produksi pun menjadi lebih efisien, terutama untuk kebutuhan bibit yang selama ini menjadi beban terbesar dalam budidaya bawang merah.

“Inovasi ini benar-benar mengubah hidup saya. Biaya lebih hemat, hasil lebih banyak. Dari sini saya bisa menyekolahkan anak-anak sampai perguruan tinggi,” tuturnya, dengan nada syukur yang tak bisa disembunyikan.

Seperti diketahui komoditas bawang merah di Indonesia sangat strategis. Bawang merah merupakan kebutuhan pokok rumah tangga dan bahan utama dalam berbagai masakan Nusantara. Rata-rata konsumsi bawang merah masyarakat Indonesia mencapai sekitar 2,8 hingga 3 kilogram per kapita per tahun.

Namun, tingginya kebutuhan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan produktivitas di tingkat petani. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata produktivitas bawang merah nasional masih berada di kisaran 9–10 ton per hektare. Angka ini tergolong relatif rendah jika dibandingkan dengan potensi hasil yang bisa dicapai melalui penerapan teknologi dan benih unggul.

Kesenjangan antara kebutuhan dan produktivitas inilah yang membuka ruang bagi inovasi seperti TSS untuk berperan lebih besar dalam meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani.

Teknologi TSS, khususnya benih bawang merah MERDEKA F1, terbukti mampu memberikan potensi hasil panen mencapai 14–18 ton per hektare. Angka ini meningkat sekitar 40 hingga 80 persen dibandingkan metode konvensional.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|