Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Apakah Gencatan Senjata Runtuh dan Kembali Perang?

2 hours ago 1

Kapal-kapal kargo terlihat di Teluk Persia dekat Pulau Qeshm di provinsi Hormozgan, Iran, 23 Desember 2011 (diterbitkan ulang 20 Maret 2026). 70% pengiriman maritim di Selat Hormuz telah menurun sejak ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat pada 28 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya di Iran mengatakan kendali atas Selat Hormuz telah kembali tertutup seperti semula.

Markas tersebut, dilansir Aljazeera, Sabtu (18/4/2026) menegaskan Selat itu kini berada di bawah pengelolaan dan pengawasan ketat oleh Angkatan Bersenjata Iran.

Dia menambahkan Iran sebelumnya telah menyetujui, berdasarkan kesepakatan sebelumnya dalam kerangka negosiasi dan dengan itikad baik, untuk mengizinkan sejumlah terbatas kapal tanker minyak dan kapal dagang melintasi Selat Hormuz secara teratur.

Markas menuduh Amerika Serikat terus melakukan apa yang dia sebut sebagai pelanggaran janji dan terus melakukan pembajakan dan perampokan laut di bawah dalih blokade.

Dia menjelaskan pengetatan kendali atas selat tersebut akan berlanjut kecuali Amerika Serikat mencabut pembatasan atas kebebasan lalu lintas kapal dari dan ke Iran secara penuh.

Ancaman Iran

Sebelum pengumuman pada Sabtu tentang penutupan kembali Selat Hormuz, Teheran memperingatkan jika kapal perang AS menghalangi kapal yang datang dari pelabuhan Iran.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|