Debat Publik di Makassar Bahas Superholding Danantara

5 hours ago 2

Makassar jadi kota pertama roadshow debat publik hadirnya Danantara.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Nagara Institute menggelar debat publik di Kota Makassar, Rabu (15/4), membahas keberadaan Danantara sebagai inovasi terbaru dalam perekonomian nasional. Danantara, yang digadang sebagai superholding, mengelola aset senilai 900 miliar dolar AS atau setara Rp14.700 triliun.

Direktur Nagara Institute, Akbar Faizal, menekankan pentingnya perhatian publik terhadap Danantara agar pengelolaan aset negara ini berjalan dengan bertanggung jawab. “Kami hadir untuk memastikan bahwa narasi mengenai Danantara dilihat dari kacamata kritis akademisi dan ahli,” ujarnya.

Danantara digambarkan pemerintah sebagai mesin baru untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Namun, ada kekhawatiran jika tidak dikelola dengan baik, superholding ini dapat menjadi pintu bagi kehancuran ekonomi.

Pro Kontra Pengelolaan BUMN

Debat bertajuk "Pro Kontra Model Pengelolaan BUMN pada Era Ekonomi Baru" menghadirkan pakar lintas disiplin seperti ekonom senior Bright Institute Awalil Rizky, pengamat kebijakan Wijayanto Samirin, dan pakar hukum Prof Aminuddin Ilmar. Mereka membedah potensi risiko Danantara di tengah budaya korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Menurut Akbar, kekhawatiran juga mencuat seiring penurunan laba BUMN dari Rp327 triliun pada 2023 menjadi Rp304 triliun pada 2024 setelah pembentukan Danantara. “Acara ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah dan Danantara untuk pengelolaan BUMN yang lebih baik,” tambahnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|