Indonesia menjaga stok pupuk meskipun ada gangguan rantai pasok.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Deputi Menteri Pertanian Sudaryono memastikan bahwa pasokan pupuk nasional tetap aman meskipun terjadi gangguan rantai pasok global akibat ketegangan di Timur Tengah. Dengan total produksi pupuk mencapai sekitar 14,5 juta ton, pemerintah optimistis kebutuhan nasional dapat terpenuhi sambil menjaga stabilitas.
"Produksi kami mencukupi karena total kebutuhan nasional untuk pupuk urea sekitar 6,8 juta ton," ujar Sudaryono di Jakarta pada Rabu. Meski ada gangguan terkait blokade di Selat Hormuz, ia menyoroti stabilitas yang diberikan oleh produksi urea berbasis gas alam domestik.
Kapasitas domestik ini cukup untuk memenuhi kebutuhan petani lokal tanpa ketergantungan signifikan pada impor bahan baku utama. Untuk komponen lain seperti fosfat dan kalium, pemerintah melakukan diversifikasi impor dari berbagai negara untuk menjaga kelangsungan pasokan domestik.
Sudaryono mencatat bahwa tingginya penggunaan pupuk oleh petani adalah pertanda positif peningkatan aktivitas tanam di seluruh negeri. "Ini adalah sinyal positif. Mengapa? Artinya para petani kita membeli pupuk, yang berarti mereka menanam lebih banyak," tambahnya.
Walaupun terjadi keterlambatan distribusi akibat tingginya permintaan, Sudaryono menekankan bahwa ketersediaan pupuk tetap terjamin. Pemerintah terus memantau kebutuhan pupuk berdasarkan data tanam nasional yang rutin dicatat oleh penyuluh pertanian.
Langkah ini diambil untuk memastikan keseimbangan optimal antara produksi, distribusi, dan permintaan pupuk di tingkat petani.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
2

















































