Kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal pembawa pesawat tempur itu dilaporkan tiba di Timur Tengah pada Akhir Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Surat kabar Wall Street Journal menerbitkan laporan yang menyatakan Amerika Serikat menganggap perlu untuk memperkuat pertahanan mereka dan pertahanan sekutu-sekutu mereka di kawasan Timur Tengah sebelum melancarkan serangan terhadap Iran.
Laporan yang disusun jurnalis Lara Seligman dan Michael Gordon itu, dikutip Selasa (3/2/2026) menyebutkan Pentagon telah menyusun rencana pertahanan berskala besar untuk melindungi Israel, sekutu-sekutu Arab, dan pasukan Amerika di Timur Tengah, sebagai langkah antisipatif sebelum melakukan serangan militer terhadap Iran.
Laporan tersebut menyebutkan, langkah-langkah ini diambil seiring dengan kedatangan bala bantuan militer besar-besaran ke wilayah tersebut yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln dan pesawat tempur canggih F-35.
Sementara pejabat AS mempertimbangkan waktu serangan yang menentukan dengan kesiapan jaringan pertahanan udara untuk menangkis serangan balasan Iran yang diperkirakan akan terjadi.
Kebutuhan akan pertahanan yang kuat
Laporan tersebut menunjukkan militer AS saat ini mampu melakukan serangan terbatas, tetapi skenario lebih rumit yang diminta oleh Presiden Donald Trump membutuhkan pertahanan yang kuat.
Untuk tujuan ini, Pentagon sedang mengerahkan baterai THAAD tambahan dan sistem Patriot di pangkalan militer yang tersebar di Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar, untuk memastikan intersepsi ancaman udara di berbagai tingkatan, baik itu rudal balistik di luar atmosfer maupun ancaman jarak pendek.

1 month ago
21








































