Di Atas Angin, Iran Syaratkan Penutupan Semua Pangkalan AS di Kawasan

2 hours ago 1

Kerusakan akibat serangan balasan Iran ke Kota Dimona, lokasi fasilitas nuklir Israel, Sabtu (21/3/2026) malam

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Keberhasilan Iran menembus pertahanan kota nuklir Dimona di Israel membuat Iran percaya diri mengajukan syarat tinggi untuk penghentian perang. Salah satu syarat untuk gencatan senjata adalah penutupan semua pangkalan militer AS di regional.

Seorang pejabat senior politik dan keamanan Iran mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa Iran menerapkan rencana multi-fase yang telah disiapkan sebelumnya dalam perang defensifnya melawan agresi AS-Israel. Ia menekankan bahwa strategi tersebut dikembangkan beberapa bulan sebelumnya dan dilaksanakan dengan “kesabaran strategis yang tinggi”. 

Pejabat tersebut menyatakan bahwa setelah menargetkan dan menghancurkan sistem pertahanan udara dan infrastruktur radar Amerika dan Israel di seluruh wilayah, Iran kini telah memiliki “kendali penuh” atas wilayah udara entitas Israel. 

Menurut pejabat itu, menyusul serangan pasukan AS-Israel terhadap infrastruktur, fasilitas layanan, dan lokasi strategis, Iran tidak memperkirakan gencatan senjata jangka pendek, terutama mengingat apa yang digambarkannya sebagai “keuntungan militer yang semakin meningkat”. 

Pejabat tersebut menekankan bahwa Iran bermaksud untuk melanjutkan kebijakan “menghukum agresor” sampai Iran memberikan apa yang digambarkannya sebagai “pelajaran bersejarah” terhadap agresi AS-Israel dan kepada Presiden AS Donald Trump.

Teheran telah menguraikan enam syarat utama sebagai bagian dari apa yang digambarkan oleh pejabat tersebut sebagai kerangka hukum dan strategis baru. Pertama, jaminan untuk mencegah terulangnya perang.

Kemudian, penutupan pangkalan militer AS di wilayah tersebut. Selanjitnya adalah pembayaran kompensasi ke Republik Islam serta diakhirinya perang di semua lini regional.

Syarat selanjutnya adalah membangun kerangka hukum baru untuk Selat Hormuz serta penuntutan dan ekstradisi terhadap tokoh media yang dianggap bermusuhan dengan Iran.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|